Sutradara, Eden Junjung mengatakan, Angkara Murka terinspirasi dari cerita-cerita yang kerap didengarnya semasa kecil, tentang misteri horor di lereng Gunung Merapi.
Setelah melakukan riset panjang di sana, dia pun kemudian menyadari bahwa ada sesuatu yang metaforis di balik cerita-cerita masa kecil.
Bahwa kegelapan di lereng gunung itu tak hanya terkait dengan mistis, namun juga ada keseharian pertambangan yang keras, hingga eksploitasi manusia.
"Melalui film ini mungkin kita bisa sampaikan ke masyarakat luas bahwa ada sesuatu yang tidak terbaca sebelumnya, dan melalui film ini masyarakat, penonton bisa sedikit banyak tahu bahwa ada kejadian-kejadian seperti ini, apa yang ada di sana itu akun rasa penting disampaikan kepada masyarakat," ungkap Eden di Jakarta, Kamis (24/4).
Produser Ifa Isfansyah menambahkan, Angkara Murka bukan sekadar film yang menyajikan ketakutan atau horor.
Baca Juga: Kembalinya Teror Jin Ummu Sibyan, Simak Sinopsis Film 'Waktu Maghrib 2'
Film ini menurutnya membawa cerita yang penting, menggambarkan realitas yang tragis dan juga perlu diceritakan kepada masyarakat luas.
Angkara Murka turut dibintangi oleh Whani Darmawan Rukman Rosadi, serta sederet aktor peran yang dijaring dari skena seni dan perfilman di Yogyakarta.
Trailer film ini yang dirilis baru-baru ini, menyajikan tontonan yang memadukan ketegangan horor dan drama emosional yang mendalam.