Sabtu, 30 Mei 2026

Mengenal Vaksin mRNA dan Cara Kerjanya yang Bawa Ilmuwan Katalin Kariko dan Drew Weissman Terima Nobel Bidang Kesehatan

Photo Author
tantitamara, Nawacita Post
- Selasa, 3 Oktober 2023 | 11:26 WIB
Vaksin mRNA
Vaksin mRNA

NAWACITApost.comKatalin Kariko dan Drew Weissman berhasil meraih Penghargaan Nobel dalam bidang Fisiologi atau Kedokteran pada tahun 2023 berkat penelitian mereka yang secara langsung dalam pengembangan vaksin mRNA pertama untuk melawan COVID-19.

“Para pemenang berkontribusi pada tingkat pengembangan vaksin yang belum pernah terjadi sebelumnya sewaktu salah satu ancaman terbesar terhadap kesehatan manusia muncul di zaman modern ini,” kata dewan juri di ibu kota Swedia, Stockholm dikutip dari VOA Indonesia.

Lalu apa sebenarnya Vaksin mRNA ini? 

Pandemi COVID-19 telah mengubah cara pandang melihat vaksinasi. Salah satu terobosan dunia medis adalah pengembangan Vaksin mRNA. Vaksin mRNA adalah singkatan dari "messenger RNA".

Mengutip dari laman Medline Plus, mRNA merupakan jenis vaksin yang menggunakan molekul bukan bagian dari bakteri atau virus yang sebenarnya. Messenger RNA adalah jenis RNA yang diperlukan untuk produksi protein. Setelah sel selesai membuat protein, mereka dengan cepat memecah mRNA. mRNA dari vaksin tidak masuk ke dalam nukleus dan tidak mengubah DNA.

Vaksin mRNA tentunya berbeda dengan vaksin lainnya. Vaksin mRNA tidak menggunakan virus atau kuman yang dilemahkan atau dimatikan, melainkan komponen materi genetik yang direkayasa agar menyerupai kuman atau virus tertentu. Tentunya, vaksin mRNA ini tidak mengandung virus atau kuman yang telah dilemahkan atau dimatikan seperti vaksin biasa.

Lalu Bagaimana Cara Kerja Vaksin mRNA?

Vaksin mRNA bekerja dengan memasukkan sepotong mRNA yang sesuai dengan protein virus, biasanya sepotong kecil protein yang ditemukan pada membran luar virus.

Setelah menggunakan mRNA ini, sel dapat memproduksi protein virus. Sebagai bagian dari respons imun yang normal, sistem imun mengenali protein tersebut sebagai benda asing dan memproduksi protein khusus yang disebut antibodi.

Antibodi membantu melindungi tubuh dari infeksi dengan mengenali virus atau patogen lain, menempel pada virus tersebut, dan menandai patogen untuk dihancurkan.

Setelah diproduksi, antibodi tetap berada di dalam tubuh, bahkan setelah tubuh membersihkan diri dari patogen, sehingga sistem kekebalan tubuh dapat dengan cepat merespons jika terpapar lagi.

Jika seseorang terpapar virus setelah menerima vaksinasi mRNA untuk virus tersebut, antibodi dapat dengan cepat mengenalinya, menempel padanya, dan menandainya untuk dihancurkan sebelum virus tersebut dapat menyebabkan penyakit yang serius.

Editor: tantitamara

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini