NAWACITApost.com - Polusi udara mengandung partikel-partikel berbahaya dan radikal bebas yang dapat meresap ke kulit wajah dan menimbulkan beberapa masalah.
Bahaya polusi udara untuk wajah di antaranya dapat memicu munculnya jerawat, flek hitam, bahkan kanker kulit.
1. Kerusakan Kolagen
Bahaya polusi udara untuk wajah yang pertama adalah memicu kerusakan kolagen. Pasalnya, protein kolagen alami pada kulit dapat terganggu akibat senyawa kimia yang terdapat dalam polusi udara, sehingga produksinya pun menjadi terhambat.
Jika produksi kolagen tidak tercukupi atau terganggu, maka kulit wajah akan lebih mudah kendur, keriput, dan tampak kusam. Pasalnya, kolagen sendiri memiliki peran penting dalam membuat kulit wajah tetap kenyal dan kencang.
2. Jerawat
Bahaya polusi udara untuk wajah lainnya adalah dapat memicu timbulnya jerawat. Pasalnya, debu dan kotoran yang terkandung di dalam polusi udara dapat menyebabkan penyumbatan pada pori-pori di kulit wajah.
Jika dibiarkan, tersumbatnya pori-pori kulit dapat memicu terjadinya iritasi pada kulit wajah, bahkan menyebabkan pertumbuhan kuman seperti bakteri dan jamur di kulit. Tumbuhnya kuman itulah yang menjadi pemicu munculnya jerawat.
3. Flek Hitam
Bahaya polusi udara untuk wajah salah satunya adalah dapat menyebabkan sel tubuh memproduksi antioksidan dan melepaskan melanin (pigmen yang memberi warna alami pada kulit) yang dapat menyebabkan hiperpigmentasi kulit (menggelapnya warna kulit di area tertentu). Pada dasarnya, pelepasan melanin tersebut berfungsi untuk melindungi kulit dari kerusakan yang disebabkan oleh paparan sinar matahari. Sayangnya, jika kondisi ini terus-menerus berlangsung, akan menimbulkan munculnya flek hitam di wajah.
4. Iritasi
Iritasi pada kulit wajah dapat terjadi ketika wajah terlalu sering terpapar polusi udara dari berbagai sumber, misalnya asap rokok, debu, dan asap kendaraan. Risiko dari kondisi ini akan lebih tinggi pada orang yang memiliki kulit wajah sensitif.
Apabila kulit wajah mengalami iritasi, beberapa gejala yang akan muncul, seperti kulit bersisik, kemerahan, terasa gatal, bahkan perih. Meski iritasi pada kulit wajah bukanlah suatu kondisi yang serius, hal ini tentu dapat mengganggu aktivitas dan menimbulkan ketidaknyamanan pada penderitanya.
5. Alergi
Polusi udara juga dapat memicu reaksi alergi pada orang yang memiliki riwayat alergi. Hal ini terjadi ketika orang yang memiliki riwayat alergi tersebut terpapar dengan alergen atau zat pemicunya, seperti debu dan asap.
Di samping reaksi alergi, paparan polusi udara juga dapat memperburuk gejala psoriasis, eksim, atau dermatitis pada penderita, terutama jika paparan terjadi secara terus-menerus dalam jangka waktu yang lama.
6. Penuaan Dini
Bahaya polusi udara pada wajah berikutnya adalah penuaan dini. Penuaan dini ditandai dengan kulit wajah tampak kusam, kering, dan muncul keriput atau garis-garis halus pada wajah. Namun, selain polusi udara, kondisi ini juga dapat disebabkan oleh paparan sinar UV secara berlebihan.
7. Kanker Kulit
Kulit manusia, tak terkecuali kulit wajah dapat menyerap berbagai senyawa berbahaya yang terkandung di dalam polusi udara. Jika dibiarkan dalam waktu lama, risiko terjadinya kanker kulit pun akan meningkat.
Di samping itu, bahaya polusi bagi kulit ini juga bisa semakin besar apabila seseorang sering terpapar sinar matahari atau sinar UV secara berlebihan setiap hari. Jadi, gunakanlah topi dan tabir surya untuk melindungi wajah ketika beraktivitas di luar ruangan, terutama saat terik matahari.
Itulah seputar informasi mengenai bahaya polusi udara untuk wajah.
(sumber: Siloam Hospitals)