Senin, 6 Juli 2026

Penyair Sutardji Calzoum Bachri HUT ke 82 di Malam Anugerah Sastra 2023

Photo Author
adekurniawan, Nawacita Post
- Minggu, 25 Juni 2023 | 09:57 WIB
Malam Anugerah Sastra 2023, Sutardji Calzoum Bachri  HUT ke 82
Malam Anugerah Sastra 2023, Sutardji Calzoum Bachri HUT ke 82

NAWACITAPOST.COM - Penyair kontemporer terkemuka Indonesia, Sutardji Calzoum Bachri genap berusia 82 tahun pada Sabtu, 24 Juni 2023. Pada momentum itu digelar malam Anugerah Sastra 2023 di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki (TIM).

Malam Anugerah Sastra 2023, Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Iwan Henry Wardhana turut memberikan penghargaan Sastra Award kepada Presiden Penyair Indonesia, Sutardji Calzoum Bachri, sebagai bentuk
pengakuan atas dedikasinya terhadap literasi dan sastra Indonesia.

"Ini adalah wujud perhatian serta kepedulian kami kepada Sutardji atas kontribusinya dalam pengembangan literasi dan sastra. Gerakan seni dan budaya memiliki peran yang sangat penting dalam membangun identitas kota ini.” katanya dalam sambutannya di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki (TIM).

Selain Iwan Henry Wardhana, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia periode 2014–2019, Fadli Zon juga turut memberikan testimoni kepada Sutardji Calzoum Bachri. Begitupun dengan tokoh budaya Riau, Taufik Ikram Jamil yang memaparkan perjalanan singkat penyair sekaligus penulis asal Riau tersebut.

-
Malam Anugerah Sastra 2023, Sutardji Calzoum Bachri HUT ke 82

Pada malam itu, Sutardji Calzoum Bachri juga melakukan nasi potong tupeng yang dihadiri oleh istrinya, Mardiam Linda serta anak semata wayangnya, Mila Seraiwangi.

Sutardji Calzoum Bachri turut mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang ikut berpartisipasi atas terselenggaranya acara Malam Anugerah Sastra 2023.

Pada momentum Malam Anugerah Sastra 2023 ini, Sutardji Calzoum Bachri juga mendapatkan hadiah lukisan berukuran besar. Lukisan tersebut dibuat oleh seniman lukis asal Jakarta.

"Terima kasih, ini luar biasa keren. Gambar foto ini waktu diambil tahun 1972, seperti kata Fadli Zon, saat itu sedang semangat semangatnya diusia saya ke 28 tahun," ujar Sutardji Calzoum Bachri.

Untuk informasi, Sutardji Calzoum Bachri memulai karirnya sebagai penyiar dan penulis pada tahun 1966. Pada tahun 1971, ia mengumpulkan puisi pertamanya yang berjudul O dimuat dalam majalah sastra Horison.

Lalu pada tahun 1972, kumpulan puisinya yang berjudul Amuk dimuat oleh majalah yang sama. Karya ini berhasil mendapatkan Hadiah Puisi Dewan Kesenian Jakarta pada 1976/1977

Sutardji Calzoum Bachri namanya dikenal dengan karya karya seperti Kredo Puisi. ia berpendapat bahwa kata-kata harus bebas dalam menentukan dirinya karena kata-kata itu sendiri adalah pengertian.

Berikut ini karya Sutardji Calzoum Bachri

O, kumpulan puisi (1966—1973)
Kucing (1973)
Aku Datang Padamu
Perjalanan Kubur David Copperfield
Realities Tanah Air
Amuk, kumpulan puisi (1973—1976)
Kapak, kumpulan puisi (1976—1979)
O, Amuk, Kapak, kumpulan puisi (1981)
Hujan Menulis Ayam, kumpulan cerpen (2001)
Gerak Esai dan Ombak Sajak Anno 2001
Hijau Kelon & Puisi 2002
Isyarat, kumpulan esai (2007)
Atau Ngit Cari Agar, kumpulan puisi (2008)
Kecuali, kumpulan puisi (2021)

Sementara itu, Sutardji Calzoum Bachri juga pernah meraih berbagai penghargaan di kancah nasional maupun internasional antara lain The S.E.A. Write Award (1979) dari Kerajaan Thailand, Anugerah Seni Pemerintah Republik Indonesia (1993), Anugerah Sastra Chairil Anwar dari Dewan Kesenian Jakarta (1998) dan masih banyak lagi.

Editor: adekurniawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini