Kamis, 4 Juni 2026

3 Tradisi Pemakanan Mengerikan di Dunia, Ada Yang Jasadnya Dimakan Hewan

Photo Author
Safriana syahra, Nawacita Post
- Senin, 6 Januari 2025 | 15:06 WIB
Tradisi Pemakanan Mengerikan di Dunia
Tradisi Pemakanan Mengerikan di Dunia

NAWACITAPOST.COM - Proses pemakaman umumnya melibatkan berbagai tahapan, seperti upacara, doa, penguburan, atau kremasi.

Namun, di beberapa budaya, terdapat tradisi unik yang mewajibkan masyarakatnya menjalani ritual pemakaman tertentu sebagai bentuk penghormatan kepada mereka yang telah berpulang. Penasaran seperti apa ritual-ritual tersebut?

1. Famadihana

Upacara ini menggambarkan tradisi unik "menari bersama orang mati" yang dilakukan di Madagaskar.

Masyarakat Malagasi memiliki kebiasaan membuka kembali makam kerabat yang telah wafat untuk mengganti kain kafan mereka dan melakukan pemakaman ulang setiap beberapa tahun.

Selama prosesi tersebut, musik dan tarian meriah mengiringi acara sebagai bentuk perayaan.

Bagi mereka, ritual ini dipercaya membantu mempercepat proses pembusukan jasad sekaligus mempercepat perjalanan arwah menuju kehidupan setelah kematian.

2. Sati

Sati adalah sebuah tradisi dalam agama Hindu di India, di mana seorang istri diharuskan mengorbankan dirinya dengan ikut terbakar hingga meninggal dunia saat upacara kremasi suaminya.

Ritual ini dapat dilakukan secara sukarela maupun melalui paksaan. Tradisi Sati dulunya sangat umum di India bagian selatan, terutama di kalangan masyarakat kasta tinggi.

Sati dipandang sebagai bentuk pengabdian tertinggi seorang istri kepada suami yang telah wafat.

Namun, sejak dilarang pada tahun 1827, tradisi ini kini hanya ditemukan di beberapa daerah tertentu di India.

3. Pemakaman Langit

Pemakaman langit adalah ritual pemakaman paling umum bagi umat Buddha Tibet. Mereka percaya pada nilai mengirim jiwa orang yang dicintai ke surga.

Selama ritual ini, mayat dibiarkan di luar ruangan, dipotong-potong dalam beberapa bagian, dan digunakan sebagai umpan untuk burung atau hewan lainnya.

Halaman:

Editor: Safriana syahra

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini