Jumat, 5 Juni 2026

Transplatansi Jantung Babi ke Manusia Kembali Dilakukan di NYU Langone Transplant Institute

Photo Author
Tantitamara, Nawacita Post
- Senin, 18 Juli 2022 | 14:23 WIB
Transplatansi Jantung Babi ke Manusia Kembali Dilakukan di NYU Langone Transplant Institute (Dok. Kumparan)
Transplatansi Jantung Babi ke Manusia Kembali Dilakukan di NYU Langone Transplant Institute (Dok. Kumparan)

Jakarta, NAWACITAPOST.COM Transplatansi jantung babi ke manusia kembali dilakukan. Dokter di Amerika Serikat (AS) kembali membuat terobosan dalam praktik xenotransplantasi, setelah berhasil memasukkan dua hati babi hasil rekayasa genetika ke dalam tubuh manusia.

Baca Juga : Natto Makanan Khas Jepang Yang Ampuh Cegah Penyakit Jantung

Mengutip KOMPAS.COM, Sebuah tim ahli bedah di NYU Langone Health, di New York City, melakukan operasi pada dua pasien yang secara klinis mengalami brain death (kehilangan fungsi otak), tetapi masih bernapas melalui alat bantu hidup, pada 19 Juni dan 9 Juli.

Sebelumnya transplatansi jantung babi ke manusia pernah dilakukan pada seorang pria berusia 57 tahun yang menerima jantung babi di Universitas Maryland tetapi meninggal setelah 49 hari melakukan operasi setelah tubuhnya menolak organ vital tersebut. Sementara itu, untuk pasien dalam operasi terbaru yang dilakukan di NYU, jantung babi yang digunakan memiliki setidaknya 10 modifikasi genetik.

Empat dari mutasi digambarkan oleh ahli bedah sebagai “knock-out”, yang bertujuan untuk mencegah tubuh menolak organ baru. Enam lainnya membantu memperbaiki kesenjangan biologis antara babi dan manusia yang dapat menyebabkan penolakan semacam itu. Mutasi tampaknya berhasil. Pada kedua pasien, jantung berhasil menyelesaikan percobaan tiga hari tanpa masalah.

Tidak seperti pasien sebelumnya, mereka tidak memerlukan mesin atau obat-obatan untuk memulai jantung transplantasi mereka beroprasi pada awalnya. Percobaan singkat hanya tiga hari hanyalah awal dari penelitian tentang jenis mutasi ini, dan masih belum ada data yang tersedia tentang bagaimana kinerja jantung ini dalam jangka panjang.

“Ini adalah langkah pertama dalam mengembangkan pemahaman mendalam tentang aspek mekanis, molekuler, dan imunologi dari transplantasi xenoheart dan kelayakan penggunaan praktik klinis standar dan alat untuk melakukannya,” kata Dr Alex Reyentovich Direktur NYU Langone Advanced Heart Failure Program mengutip dari Kompas.Com (18/07).

Editor: Tantitamara

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini