Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Kesehatan mental berkaitan dengan kemampuan seseorang berpikir, berempati, berperilaku, serta berinteraksi dengan orang lain. Tidak hanya kesehatan fisik saja yang penting, kesehatan mental juga kini menjadi salah satu hal perlu diperhatikan dalam diri seseorang. Kendati kini kesehatan mental masih belum menjadi prioritas, tapi perlahan mulai banyak yang sadar akan pentingnya menjaga kesehatan psikologis.
Kondisi mental akan mempengaruhi seseorang dalam bertindak dalam kehidupan sehari-hari. Tanpa penanganan yang tepat, kesehatan mental dapat berdampak pada kondisi fisik, seperti sakit kepala, mual, hingga kelelahan. Penting untuk mengetahui faktor yang bisa mempengaruhi kondisi mental serta cara mencegahnya demi terhindar dari gangguan kejiwaan.
Untuk menghindari terkena gangguan kesehatan mental, sangat penting untuk mengetahui faktor kesehatan mental yang dapat mempengaruhi kondisi kesehatan mental seseorang. Mengutip dari farmaku.com ada 2 faktor yang bisa berdampak pada kesehatan mental yaitu:
- Biologis
Faktor biologis dipengaruhi dari genetik, fisik, otak, sensorik, dan kondisi saat kehamilan.
- Psikologis
Faktor psikologis disebabkan ikatan emosional seseorang dengan keluarga atau teman, kemampuan kognitif saat belajar, serta emosi yang belum matang. Hal-hal yang dapat mempengaruhi kondisi psikologis antara lain:
- Kehilangan
Rasa kehilangan muncul ketika orang terdekat meninggal, hubungan dengan pasangan berakhir, keguguran, kehilangan pekerjaan, atau ketika terpisah dari teman dan keluarga. Ketika menghadapi salah satu kejadian tersebut, maka selanjutnya akan muncul rasa sedih syok, marah, dan menyesal. Setiap orang memiliki cara dan waktunya sendiri untuk menyembuhkan duka. Terkadang butuh waktu berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan beberapa tahun. Sebelum perasaan ini mengganggu kesehatan mental, hubungi orang terdekat untuk mendapat dukungan. Jika perlu, bisa mencari bantuan profesional untuk berdamai dengan perasaan kehilangan.
- Kekerasan dalam keluarga
Kekerasan dalam lingkungan keluarga tidak hanya berupa kekerasan fisik, tapi juga psikologis berupa terlalu mengontrol kehidupan sosial, ketidakadilan finansial, dan kekerasan verbal. Terjebak pada situasi ini dalam jangka waktu lama bisa membuat seseorang mengalami gangguan mental seperti stres pasca-trauma.
- Kehilangan pekerjaan
Kehilangan pekerjaan, menganggur, kehilangan bisnis, dan rugi dalam investasi mengakibatkan finansial terganggu. Ketika keuangan tidak stabil, sangat normal muncul gejala sulit tidur, mudah marah, rasa malu, dan kehilangan arah yang makin lama akan membuat emosi tidak teratur.
- Sosial Budaya
Faktor sosial budaya dipengaruhi kesehatan dalam budaya, seperti status sosial, hubungan dengan keluarga, hubungan sosial, dan konflik sosial. Bahkan kondisi sosial budaya yang tidak sehat semakin berkembang ke ranah digital dengan munculnya hujatan dari warga-net.
- Mengalami perundungan
Hidup di era digital membuat seseorang dengan mudah melakukan perundungan secara online dan bersembunyi dibalik akun media sosial. Beberapa tahun terakhir semakin sering muncul berita tentang dampak buruk dari perundungan online. Ketika seseorang terus menerus mengalami perundungan fisik dan verbal, ia akan merasa tidak berdaya dan kesepian. Hari-harinya akan dipenuhi pikiran apakah besok ia akan mengalami hal yang sama dan apakah akan berdampak semakin buruk jika melaporkan kejadian tersebut.
- Kesepian dan Isolasi Sosial
Kesepian merupakan perasaan sedih ketika sedang sendirian dalam jangka waktu panjang. Sedangkan isolasi sosial merupakan situasi saat terpisah dari komunitas dan lingkungan. Banyak hal yang bisa membuat seseorang terjebak dalam kondisi tersebut, antara lain meninggalnya orang terdekat, hubungan tidak sehat dengan keluarga, gangguan kesehatan fisik keluarga, pensiun, dan kehilangan tujuan hidup.
- Lingkungan
Lingkungan yang positif dapat memberikan dampak baik bagi jiwa, sedangkan tinggal di lingkungan penuh polusi dan berisik tanpa disadari akan mempengaruhi kesehatan mental.