Kamis, 4 Juni 2026

Wisata Religi Saat Ramadan Ke Masjid Tertua di Indonesia

Photo Author
Tantitamara, Nawacita Post
- Kamis, 7 April 2022 | 14:04 WIB

Jakarta, NAWACITAPOST.COMDestinasi wisata religi menjadi salah satu ide unik saat Ramadan. Terkenal dengan populasi muslim terbesar, Indonesia bisa menjadi satu tujuan wisata religi yang paling unik. Wisata religi identik dengan berkunjung ke tempat ibadah atau bangunan masjid dengan desain yang unik dan nilai sejarah yang tinggi.

Perkembangan Islam terkadang mendorong muncul banyaknya masjid yang tersebar di seluruh Indonesia. Tak heran jika masjid di Indonesia memiliki sejarah lebih karena usianya yang sudah tua dan memiliki keunikan tersendiri.

Keunikan desain arsitektur bangunan masjid memiliki nilai seni yang menarik dan mampu menarik kekaguman pengunjung. Berikut adalah masjid di Indonesia yang memiliki keunikan dan memiliki usia yang sudah tua:

  1. Masjid Agung Demak


-


Masjid ini dibangun pada 1474 di kampung kauman, kulurahan bintoro, kabupaten demak, jawa tengah. Pendiri masjid ini yaitu Raden Patah yang merupakan raja pertama Kesultanan Demak. Dilansir dari pariwisata.demakkab.go.id Raden Patah bersama Walisongo membangun masjid ini dengan memberi gambar serupa bulus yang merupakan candra sengkala memet yang mempunyai makna Sirno Ilang Kerthaning Bumi.  Masjid ini memiliki sisi arsitektur tradisional yang khas tetap sederhana namun terkesan megah, anggun, indah, dan sangat berkharismatik.

2. Masjid Wapauwe

-


Masjid tertua selanjutnya yaitu masjid wapauwe, masjid bersejarah di Maluku ini umurnya mencapai tujuh abad dan diperkirakan dibangun pada tahun 1414 Masehi. Dengan luas bangunan 10 x 10 meter, meskipun sederhana tetapi memiliki keunikan yaitu material kayu masjid ini disatukan tanpa paku. Sementara itu, ciri khas kuno masjid ini tergambar jelas saat memasuki pintu gerbang.

3. Masjid Sultan Suriansyah

-
Masjid Sultan Suriansyah atau Masjid Kuin adalah masjid yang terletak di Kota Banjarmasin dan tertua di Kalimantan Selatan sekitar 1526-1550 dibangun saat pemerintahan sultan suriansyah dengan  gaya khas Banjar, yaitu berupa konstruksi rumah panggung yang mempunyai bahan dasar kayu ulin dan beratap tumpeng tiga dengan hiasan mustaka pada bagian atapnya.

Editor: Tantitamara

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini