Kamis, 4 Juni 2026

Makeup Seperti Ini Menghadapi Polusi Kota Jakarta

Photo Author
Martin, Nawacita Post
- Selasa, 30 Juli 2019 | 06:30 WIB
Jakarta, NAWACITA- Kota Jakarta yang populer akan kepadatan penduduknya kini juga terkenal dengan polusi udaranya.

Jakarta menempati urutan pertama kota yang paling berpolusi di dunia versi aplikasi pemantau udara AirVisual. Polusi udara yang ditimbulkan tersebut tentunya sangat berpengaruh pada kulit serta makeup yang digunakan.

Ketika menjalani aktivitas harian di kota yang berpolusi, makeup artist Ryan Ogilvy menyarankan untuk tidak menerapkan makeup berat. "Yang cocok sih ya tipe makeup yang paling stay seharian dan nggak bikin crack, terus jenis makeupnya mending yang natural tapi fresh", kata Ryan saat ditemui Wolipop di Jakarta x Beauty 2019, Senayan City, akhir pekan kemarin.

Menurut makeup artist Maybeline itu makeup yang terlalu tebal di siang hari justru dirasa dapat membuat riasan lebih mudah crack dan tidak tahan lama karena polusi yang begitu tinggi. Wanita bisa memakai makeup yang lebih tebal pada malam hari ketika menghadiri acara formal karena udara sudah tidak terlalu menyengat sehingga riasan tidak akan menggumpal karena keringat.

"Yang natural tapi fresh itu misalnya kalau buat ke acara siang, pakai makeup yang natural, tapi kalau buat ke acara malam kita bisa pakai makeup yang lebih bold," ujar Ryan.

Pastinya yang terpenting untuk kesehatan kulit ketika udara Jakarta berpolusi ini adalah tidak lupa untuk membersihkan makeup setelah selesai beraktivitas. Apalagi riset membuktikan polusi bisa mempercepat timbulnya tanda-tanda penuaan.

"Polusi bisa menyebabkan warna kulit tidak merata, penuaan dini dan bahkan kanker kulit," kata Clinical Associate Professor Dermatologi di New York University Langone Medical Center, Doris Day, M.D., seperti dikutip dari SELF.

Penjelasan Doris dibuktikan lewat studi yang diterbitkan dalam Journal of Investigate Dermatology, yang membandingkan kondisi kulit wanita di pedesaan dan kota besar, dalam rentang waktu 24 tahun. Studi tersebut menunjukkan mereka yang tinggal di daerah rawan polusi memiliki noda gelap dan kerutan lebih banyak.

Editor: Martin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini