Jumat, 5 Juni 2026

Pertengkaran dengan Keluarga di Medsos, Hanya Menambah Luka

Photo Author
Admin 1, Nawacita Post
- Senin, 15 Juli 2019 | 16:31 WIB
Dilansir dari Redbook, jika seseorang ingin membuat pertengkaran pribadi menjadi publik, mereka tidak lagi membawanya ke jalanan, mereka cukup curhat ke Twitter, FB dan Instagram. Psikolog dan penulis Better Than Perfect: 7 Steps to Crush Your Inner Critic, Elizabeth Lombardo, menjelaskan alasan fenomena ini harus berakhir.

  1. Jejak digital


Saat bertengkar dengan keluarga, semuanya bisa diselesaikan di situ. Sedangkan di media sosial, pertengkaran akan bertahan selamanya. Walaupun sudah berdamai, hal-hal yang dikatakan di media sosial tidak akan hilang begitu saja.

Selain itu, permasalahan dengan keluarga akan menjadi konsumsi publik. Karena itu, saat bertengkar dengan keluarga atau teman di media sosial, Anda harus siap menerima opini-opini dari semua orang.

  1. Menyakiti anak


Bila orang tua menggunakan media sosial untuk bertengkar dengan anak, Twitter, Instagram, Snapchat, Facebook, atau lainnya untuk berdebat dengan anak, hal ini akan menyakiti mereka secara internal dan eksternal. Hubungan antara orang tua dengan anak bisa rusak dan lebih sulit lagi untuk diperbaiki.

"Mereka melihat ini dan berpikir itu adalah perilaku normal dalam suatu hubungan dan dapat melakukan hal yang sama dalam hubungan mereka di masa depan.

  1. Membuat suasana lebih kacau


Bukan memperbaiki suasana, bertengkar di media sosial bisa membuat suasana lebih kacau. Bertengkar di media sosial bisa mempermalukan anggota keluarga sendiri atau membuka aib keluarga ke semua orang. Hal ini membuat seseorang merasa lebih defensif dan bisa membuat mereka merasa lebih marah. Jadi, tidak ada tujuan yang positif dari bertengkar dengan keluarga di media sosial.

Editor: Admin 1

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini