Kamis, 4 Juni 2026

Mulut Diplester saat Tidur, Amankah bagi Kesehatan?

Photo Author
Admin 1, Nawacita Post
- Jumat, 12 Juli 2019 | 12:27 WIB
Jakarta, NAWACITA – Fenomena mulut diplester saat tidur, akhir-akhir ini menjadi popular saat penyanyi Andien membagikan kisah dan kebiasaannya kepada publik. Kebiasaan tidur dengan cara ini dikenal dengan istilah Buteyko Breathing. Menjadi pertanyaan, apakah hal tersebut baik bagi kesehatan?.

Buteyko merupakan sebuah metode atau terapi yang mempelajari tekni pernapasan yang dirancang untuk memperlambat dan mengurangi masuknya udara ke paru-paru, jika hal ini sering dilakukan maka dapat mengurangi gejala dan tingkat keparahan masalah pernapasan (Longe, 2005).  Teknik Buteyko dapat mempengaruhi perubahan gejala dyspnea yang didasari pada efisiensi biomekanik pernapasan. Ini cocok untuk pasien asma yang sedang mengalami terapi kortikosteroid inhalasi.

Mark Buhenne mengatakan menggunakan plester mulut ketika tidur “memaksa” tubuh Anda menggunakan hidung untuk bernapas. Sebab, seseorang memiliki kecenderungan untuk bernapas melalui mulut ketika ia tidur. Bernapas dengan hidung inilah yang diketahui lebih bermanfaat bagi kesehatan dibandingkan jika Anda bernapas menggunakan mulut.

Dari sisi kesehatan gigi, bernapas menggunakan mulut bisa membuat mulut Anda kering dan menyebabkan bau mulut. Belum lagi risiko penyakit gusi atau gigi berlubang. Bernapas dari hidung, bisa meminimalisir risiko ini.

Selain mendapatkan kualitas udara yang lebih baik, bernapas melalui hidung alias nose breathing juga diketahui dapat meningkatkan kemampuan memori otak, sebagaimana dilansir dari The Journal of Neurosciense.

Hal ini terjadi kemungkinan karena ketika bernapas melalui hidung, terdapat rangsangan pada saraf yang mengatur penciuman. Proses itu kemudian akan mengaktifkan hippocampus di otak yang berperan dalam proses mengolah memori.

Kebiasaan tidur dengan mulut diplester seperti penyanyi Andien memang memiliki dampak positif pada beberapa kondisi medis. Namun, karena penelitian Buteyko Breathing masih kontroversial, bagi Anda yang ingin mengikutinya, sebaiknya bisa mempertimbangkannya dengan ekstra bijak. Konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu untuk mencegah risiko yang membahayakan kesehatan Anda.

Editor: Admin 1

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini