Berhadapan langsung dengan Samudera Hindia, selama puncak musim berselancar, yaitu pada Juni hingga Agustus, ombak Pantai Tanjung Setia bisa mencapai ketinggian antara 6-7 meter, dengan interval ombak yang sangat panjang hingga 200 meter.
Baca Juga: Gencarkan Transformasi Dikti, Mendikbud Luncurkan Selancar PAK, Dasbor IKU, dan Command Mendikbud
5. Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur
Kalau di Jawa Timur ada G-Land, di Nusa Tenggara Timur punya T-Land. Yap, itulah julukan untuk spot surfing yang ada di Pulau Rote. Ombak di Pulau Rote bisa memanjang hingga 300 meter, dengan tinggi ombaknya bisa mencapai 4,5 meter. Beberapa spot surfing terbaik di Pulau Rote ada di Pantai Nemberala, Pantai Bo'a, dan Pulau Ndana.
6. Pulau Nihiwatu, Sumba Barat
Satu lagi spot surfing terbaik Indonesia yang ada di Nusa Tenggara Timur, yakni di Pulau Nihiwatu. Perpaduan antara alam yang cantik, keunikan budaya, keramahan penduduk lokal melengkapi sensasi berselancar di Pulau Nihiwatu. Bahkan pulau ini dijuluki dengan nama “Left God Waves”, karena ketinggian dan gulungan ombak yang menantang. Bagi Sobat selancar yang ingin menungganginya“Left God Waves” ini waktu terbaiknya ada di bulan Juli-Agustus.
Artikel Terkait
KEJUARAAN SELANCAR DUNIA DI BALI BERDAMPAK POSITIF BAGI PARIWISATA INDONESIA
Gencarkan Transformasi Dikti, Mendikbud Luncurkan Selancar PAK, Dasbor IKU, dan Command Mendikbud
Tak Paham Medan, Kapal Selancar Kandas di Katiet
Menyambut Hari Kartini Dengan Atraksi Selancar Berkebaya di Pantai Kuta
Banyuwangi Siap Jadi Tuan Rumah Liga Selancar Paling Bergengsi di Dunia 2022
Menparekraf: Lokasi Berlangsungnya WSL Krui Pro 2022 adalah Spot Selancar Terbaik di Dunia