flash-news

Usai Ramai Dikritik Penanganan Bencana, Viral Momen Gubernur Kalteng ke Lokasi Karhutla

Jumat, 4 September 2026 | 08:03 WIB
Menyoroti viralnya momen Gubernur Kalteng saat menyusuri titik lokasi Karhutla usai ramai dikritik soal penanganan bencana. (Instagram.com/@undercover.id)

NAWACITAPOST.COM — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) menuai kritik tajam dari masyarakat terkait kebijakan penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tak kunjung mereda hingga Kamis (3/9/2026).
 
Gelombang protes tersebut memuncak dalam aksi massa di Kantor Gubernur Kalteng, Palangka Raya, Selasa (1/9/2026).

Dalam aksi itu, massa mendesak pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret atas dampak buruk kabut asap, perlindungan warga, hingga transparansi anggaran bencana. Menyikapi desakan tersebut, Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menyatakan keterbukaannya terhadap seluruh masukan sebagai bahan evaluasi kebijakan.
 
Baca Juga: Momentum Kejaksaan Ke-81: Pemkot Bekasi Perkuat Sinergi Restorative Justice dan Perwalian Anak

"Saya justru menyukai kritik dan masukan seperti ini. Jangan dikira saya tidak suka, saya bangga," kata Agustiar.
 
"Saya harus maju. Saya tidak boleh menyerah," imbuhnya.

Menyusul aksi protes warga, viral momen Gubernur Kalteng Agustiar Sabran ke lokasi karhutla untuk memantau langsung proses pemadaman di area belakang Kampung UPE, Palangka Raya.
 
Dalam peninjauan tersebut, Agustiar harus menembus medan ekstrem yang dipenuhi ranting, pepohonan kering, serta titik-titik api yang masih mengepulkan asap pekat.
 
Baca Juga: Momentum Kejaksaan Ke-81: Pemkot Bekasi Perkuat Sinergi Restorative Justice dan Perwalian Anak

Berdasarkan unggahan akun Instagram @undercover.id pada Kamis (3/9/2026), Agustiar bersama jajaran pejabat daerah tampak bersusah payah melompati sisa-sisa pohon terbakar.

"Dalam peninjauan tersebut, gubernur bahkan masuk langsung ke area lahan yang terdampak untuk melihat kondisi kebakaran sekaligus penanganan yang dilakukan petugas," tulis unggahan tersebut.

Perjuangan menembus lokasi bencana bahkan diwarnai insiden fisik saat gubernur menelusuri kobar api.
 
"Saat berjalan menyusuri lokasi, Agustiar sempat kehilangan keseimbangan dan terpeleset," lanjut narasi video tersebut, sebelum akhirnya dibantu oleh para petugas pemadam di lapangan.
 
Baca Juga: Luluskan 8.000 PPPK, Wali Kota Bekasi Tegaskan Tantangan Pelayanan Publik Dimulai

Kondisi karhutla di Kalimantan Tengah saat ini telah memasuki tahap mengkhawatirkan. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalteng per 30 Agustus 2026 mencatat 49.551 titik panas (hotspot) dan 2.222 kejadian karhutla, dengan total luas area terbakar mencapai 6.358,71 hektare.

Laporan Walhi Kalteng mengonfirmasi bahwa krisis kebakaran ini telah berlangsung sejak awal Juli 2026, menyebar di kawasan Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, Kapuas, Kotawaringin Timur, Seruyan, hingga Sukamara.

Pekatnya kabut asap memicu penurunan drastis kualitas udara di Kota Palangka Raya hingga masuk kategori tidak sehat hingga berbahaya. Guna melindungi kesehatan siswa, Dinas Pendidikan Kalteng resmi menerapkan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi seluruh satuan pendidikan di wilayah terdampak.

Tags

Terkini