Tak main-main, warga kini mendesak Bid Propam Polda Sumatera Utara untuk segera turun tangan melakukan investigasi internal. Mereka meminta seluruh oknum petugas hingga perwira Dit Polairud yang bertanggung jawab dalam operasi penangkapan di Pantai Labu tersebut diperiksa secara intensif.
"Kami menduga kuat ada permainan di sini. Pemilik truk merah diduga telah menyuap oknum tertentu sehingga mobilnya dilepas. Kami minta Propam bertindak adil, jangan sampai hukum tajam ke bawah tapi tumpul ke samping!" tegas salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Kini, kasus hilangnya truk merah bermuatan solar ini menjadi bola liar. Apakah Dit Polairud Polda Sumut mampu membuktikan profesionalitas mereka, ataukah lingkaran hitam mafia solar kembali berhasil meloloskan diri dari jerat hukum? Publik menunggu pembuktiannya.(MH)