MATARAM, NawacitaPost.com - Balai Pemasyarakatan Kelas II Mataram menggelar kegiatan Bimbingan Kepribadian perdana di tahun 2022, Rabu (19/01) pagi.
Kegiatan yang diikuti 20 orang klien ini menggandeng Kelompok Pemasyarakatan Peduli Pemasyarakatan (Pokmas Lipas) dari UIN Care, Dr. Muhammadun dan Dr. Mira Merita, sebagai Narasumber. Meskipun berlangsung sederhana, para Narasumber sukses membangun keakraban dengan para klien sehingga kegiatan berjalan dengan penuh nuansa kekeluargaan.
Suasana aula Bapas Mataram pagi itu nampak begitu riuh dengan keceriaan para klien. Mereka duduk membentuk lingkaran dan terlihat akrab satu sama lain seolah telah lama saling mengenal. Para narasumber yang turut duduk ditengah-tengah mereka, pun dengan sabar mendengarkan berbagai curahan hati yang tertumpah begitu saja di ruangan itu. Suasana kekeluargaan terlihat makin kental dengan adanya selipan permainan kecil yang melibatkan seluruh peserta.
Dr. Mira Merita, salah satu Narasumber pagi itu nampak dengan santai berbagi pengalaman hidup dengan para klien. Sesekali, dirinya melemparkan pertanyaan guna mencairkan suasana yang sempat kaku pada awalnya. Lemparan-lemparan pertanyaan kecil itu, sukses memancing klien untuk mau berbagi sedikit cerita tentang hidup. Setidaknya, begitulah upaya yang dilakukan Mira untuk memulai sesi konseling dengan para klien.
Mira, demikian akrab disapa, saat itu menggiring tema konseling pada seputaran motivasi hidup. Ia memulainya dengan beberapa tahapan masa usia beserta konflik-konflik hidup yang menyertainya.
"Hidup kita ini sifatnya sementara, hanya tempat singgah kita beberapa waktu saja. Ketika usia belasan, kegembiraan sebagai pribadi itu ada. Walaupun, konflik hidup juga ada, tapi rasanya remaja itu menyenangkan, indah, bukan?", ungkap Mira.
Mira pun perlahan-lahan bercerita tentang masa-masa usia lainnya, masa usia 20-an tahun, 30-an tahun, dan seterusnya. Setiap masa usia ini memuliki tantangan masing-masing, kata Mira.
Pada akhir konselingnya, Mira juga menyampaikan tentang kasih sayang orang tua kepada anaknya. Menurut Mira, tidak ada orang tua yang sayang kepada anaknya. Tidak ada orang tua yang ingin menjerumuskan anaknya. "Semua orang tua selalu menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya," pungkas Mira.
Dr. Muhammadun, narasumber lainnya yang turut serta dalam sesi konseling itu pun tidak kalah menarik dalam menyampaikan materi. Muhammadun, dalam kesempatan itu mengajak para klien memainkan sebuah permaiman sederhana. Permainan itu, memberikan kesempatan kepada klien untuk menuliskan curahan hati masing-masing terkait permasalahan hidup yang dirasa paling membebani. Muhammadun mengungkapkan, permainan sederhana itu memberikan kesempatan kepada klien mecurahkan isi hatinya melalui selembar kertas.
Diketahui, kegiatan Bimbingan Kepribadian bagi klien Bapas Mataram ini diakhiri dengan pembagian cindramata. Bagi klien yang beragama Islam, mendapatkan cindramata berupa sarung dan al-quran. Sedangkan bagi klien yang beragama Hindu mendapatkan cindramata berupa udeng.(Humas).