Kamis, 4 Juni 2026

Air Terjun Naisogop, Pesona Keindahan yang Menawan Penuh Dengan Legenda

Photo Author
Tiara Islami, Nawacita Post
- Rabu, 8 September 2021 | 09:54 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST - Ditengah-tengah banyaknya pilihan dalam menentukan tujuan berlibur, salah satu yang paling diminati adalah wisata alam. Berwisata di alam memang akan sukses menyegarkan pikiran kita dan sejenak melupakan berbagai urusan.

Selain kemegahan Danau Toba yang legendaris, wisatawan juga disuguhi deretan Wisata Air Terjun yang mempesona. Namanya, air terjun Naisogop. Air terjun ini terletak di kaki gunung Pusuk Buhit Dusun Huta Urat, Desa Sianjur, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Jaraknya hanya sekitar 10 kilometer ke arah Selatan dari pusat Kota Pangururan, pusat pemerintahan Kabupaten Samosir.

Dilansir dari Ninna.id, air terjun Naisogop layak menyandang predikat air terjun yang legendaris, sebab, di samping keindahannya yang mampu membius rasa dan memanjakan mata setiap pengunjung, air terjun Naisogop ternyata memiliki kisah romantika yang menggugah, yakni kisa tentan cinta, dendam dan kesetiaan.

Sebagaimana dituturkan oleh Osden Sinabang, penduduk yang bermukim di Dusun Hutaurat, sekaligus sebagai petugas pariwisata di desa ini. Kisah cinta, dendam dan kesetiaan yang melekat pada air terjun Naisogop adalah kisah yang terjadi di antara dua anak manusia desa setempat, yang saling mencintai dan memutuskan menikah, membentuk rumah tangga.



Tidak lama setelah melangsungkan pesta adat pernikahan, sang suami pergi meninggalkan isterinya untuk merantau ke bariba tao (negeri jauh) untuk mengadu nasib, karena di tempat mereka tinggal tidak cukup lagi lahan sawah yang boleh diolah.

Berbulan-bulan lamanya sepeninggalan suami, sang isteri tidak pernah mendapat kabar berita dari sang suami. Namun sang isteri yang hidup sendiri di gubuk terpencil di dekat sebuah sungai, tetap menjaga cinta dan harapannya kepada pria tercinta yang dinikahinya.

Hingga bulan kesembilan, saat bayi yang dikandungnya lahir ke bumi, sang suami tercinta tidak pernah kunjung berkabar. Sang isteripun putus harapan dan sangat kecewa. Dia mengira, bahwa suaminya telah kawin lagi di negeri perantauan. Satu-satunya alasan yang membuat suaminya tidak lagi memperdulikan dirinya.

Hatinya kecewa dan marah. Marah karena merasa dibohongi, dikhianati, dan disia-siakan. Amarahnya menimbulkan dendam membara dalam dirinya dan dilampiaskan kepada sang anak yang baru dilahirkan.

Sang isteri menjadi membenci serta tidak menerima sang jabang bayi, yang ayahnya adalah pria yang menghianati dan mensia-siakannya. Perempuan yang dilanda amarah ini pun membuang sang jabang bayi ke kandang babi dan mati, tak berbekas.

Tak disangka, beberapa hari setelah bayinya dibuang, tiba-tiba sang suami muncul di depan gubuk. Setelah memeluk erat rindu sang isteri, sang suamipun menyerahkan oleh-oleh istimewa kepada si isteri, yakni berupa popok, pakaian dan perlengkapan bayi.

Sembari minta maaf sang suami mengutarakan, semua jenis oleh-oleh tersebut sengaja dipilih, karena menurut perkiraannya, sekarang merupakan masa-masa kelahiran bayi, buah cinta mereka berdua. Dan itulah sebabnya dia memilih untuk pulang.

Mendengar penuturan sang suami, hati sang istri hancur. Perasaan bersalah dan berdosa menyumpal dipikirannya. Dendam terhadap suami yang membuatnya tega membuang anak yang dikandungnya, ternyata salah. Suaminya ternyata laki-laki setia dan bertanggung-jawab.

Tidak tahan menanggung beban rasa bersalah dan berdosa, si isteri memutuskan harus mengakhiri hidupnya. Tak jauh dari gubuk mereka, ada aliran sungai deras dengan air terjun di antara tebing pebukitan yang curam. Lalu diam-diam si isteripun pergi menaiki tebing curam, meloncat kepusaran air terjun dan mati di sana. Nama perempuan ini adalah Naisogop. Itulah mengapa air terjun ini diberi nama dengan air terjun Naisogop.

Air Terjun ini memiliki ketinggian sekitar 7 meter dengan debit air yang cukup besar. Meskipun bisa dikatakan bahwa air terjun yang satu ini tidak terlalu besar dengan debit air cukup deras, tapi tetap memberikan keindahan yang sangat menawan bagi para wisatawan.

Harga tiket masuk untuk menikmati pesona air terjun ini, biaya retribusi Rp7.000. Dengan harga segitu kamu akan disambut oleh aliran air yang jernih, dan tak sabar untuk langsung nyebur menikmati dingin dan segarnya air dari air terjun ini.

Editor: Tiara Islami

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

Link Twibbon Hari Santri 2023

Selasa, 17 Oktober 2023 | 22:03 WIB

Apa Itu Umrah Backpacker?

Jumat, 6 Oktober 2023 | 23:05 WIB

Sikap Jujur, Salah Satu Nilai Luhur Sekolah Ananda

Senin, 28 Agustus 2023 | 10:41 WIB