NAWACITAPOST.COM — Gemuruh sorak-sorai ribuan insan olahraga dan dentuman kemeriahan Opening Ceremony Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026 di Stadion Patriot Candrabhaga, Sabtu (7/11/2026) malam, menjadi saksi momen krusial bagi jajaran Pemerintah Kota Bekasi.
Di panggung megah pesta olahraga terbesar se-Jawa Barat tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) melontarkan pujian tajam nan mendalam yang menyedot perhatian seluruh hadirin.
Di hadapan 27 kepala daerah kabupaten/kota se-Jawa Barat, jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta belasan ribu penonton yang memadati tribune, KDM secara terbuka memberikan apresiasi tinggi terhadap pesatnya perkembangan Kota Bekasi di bawah nakhoda Wali Kota Tri Adhianto dan Wakil Wali Kota Harris Bobihoe.
Dalam amanat Pembukaan Porprov XV Jabar 2026 tersebut, Gubernur Jawa Barat menyoroti transformasi fisik dan sosial daerah penyangga ibu kota ini yang dinilainya kian menunjukkan performa sebagai representasi kota modern yang tertata.
"Kepada seluruh warga kita Bekasi yang malam ini dipimpin oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Kota Bekasi saya lihat tumbuh menjadi kota yang bersih, terang, dan sehat," ujar Dedi Mulyadi diiringi tepuk tangan riuh para kontingen.
Secara rinci dan lugas, KDM menguraikan tiga indikator utama yang mendasari penilaian objektifnya terhadap kemajuan pesat yang diraih Kota Bekasi di bawah duet kepemimpinan Tri-Harris.
"Bersih karena bisa ngurus sampah, terang karena malam hari PJU-nya nyala-nyala, dan sehat karena warganya bisa berolahraga, baik olahraga prestasi maupun kegemaran," ungkapnya.
Pernyataan lugas dari orang nomor satu di Jawa Barat tersebut menjadi pengakuan resmi sekaligus legitimasi atas rangkaian pembenahan masif yang konsisten dilancarkan Pemkot Bekasi.
Kebijakan strategis terintegrasi yang mencakup modernisasi sistem pengelolaan sampah lingkungan, efisiensi dan penambahan Penerangan Jalan Umum (PJU) secara masif, hingga penyediaan ruang terbuka publik untuk pemasyarakatan olahraga terbukti membuahkan hasil nyata.
Merespons apresiasi bergengsi tersebut, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan bahwa pencapaian ini tidak lepas dari sinergi lintas pemerintah. Dalam sambutan balasannya, Tri menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas pengawalan, perhatian, dan dorongan tak henti dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
"Kami memahami bahwa membangun Jawa Barat tidak bisa dikerjakan oleh pemerintah provinsi sendirian. Tidak bisa juga hanya mengandalkan pemerintah kabupaten dan kota masing-masing. Kita harus bergerak bersama," kata Tri meyakinkan.
Tri menegaskan bahwa Kota Bekasi tiada henti melancarkan transformasi terstruktur guna menghadirkan ruang hidup yang makin sejahtera dan berkeadilan bagi warganya.
Deretan capaian fisik dan nonfisik terus digulirkan, mulai dari akselerasi pembenahan infrastruktur perkotaan, perbaikan mutu dan akses layanan pendidikan serta kesehatan, perluasan Ruang Terbuka Hijau (RTH), hingga penguatan sistem transportasi publik terpadu melalui armada Trans Beken.
Baca Juga: Tiga Dekade Mengabdi, Eka Sila Kusna Jaya Nakhodai Pajak Jakarta Timur Era Suahasil Nazara
Lebih jauh, Tri memaknai kepercayaan emas yang diberikan kepada Kota Bekasi sebagai tuan rumah Porprov XV Jawa Barat bukan sekadar kehormatan ceremonial, melainkan sebuah tanggung jawab sejarah. Ia berkomitmen menghadirkan standar pelayanan tertinggi bagi puluhan ribu atlet dan ofisial yang datang dari 27 kabupaten/kota.
"Kami ingin menjadi tuan rumah yang dikenang karena pelayanan, bukan hanya karena kemeriahan pembukaan. Kami ingin setiap tamu yang datang ke Bekasi merasa disambut, setiap atlet merasa dihargai, dan setiap pertandingan berlangsung dengan baik," ujarnya.
Langkah taktis telah dimatangkan secara menyeluruh oleh Pemkot Bekasi bersama PB Porprov, KONI, jajaran TNI-Polri, hingga perangkat daerah terkait.
Kesiapan melingkupi sterilisasi dan standardisasi venue pertandingan, rekayasa lalu lintas serta keterjaminan akses kelancaran transportasi, pengamanan berlapis, penyiapan tim medis siaga, hingga jaminan kebersihan serta ketersediaan akomodasi.
Tak hanya mengincar predikat penyelenggara terbaik, Tri Adhianto secara dramatis membakar semangat kontingen tuan rumah dengan memancangkan target puncak: merebut predikat tertinggi sebagai penguasa panggung olahraga Jawa Barat.
"Target kita jelas. Kita ingin meraih prestasi setinggi-tingginya. Kita ingin menjadi juara umum Porprov XV Jawa Barat 2026," tegasnya disambut gelombang sorak pemungkas dari jajaran atlet Kota Bekasi.
Tri optimistis bahwa muara dari pembinaan intensif yang selama ini digembleng oleh para pelatih, klub, cabang olahraga, dan KONI akan terbayar lunas melalui capaian medali emas.
Ia menginstruksikan seluruh atlet untuk tampil tanpa ragu, mengerahkan segenap daya dan potensi terbaik, sembari mempertahankan marwah sportivitas serta persaudaraan antar-daerah.
Selain arena laga dan medali, Tri menggarisbawahi dampak ganda (multiplier effect) ekonomi dari perhelatan akbar ini.
Gelombang kedatangan belasan ribu atlet, oficial, pendukung, dan wisatawan olahraga dipastikan menjadi pemantik vital bagi percepatan putaran roda ekonomi daerah—mulai dari okupansi hotel, geliat industri kuliner, sektor jasa transportasi, pusat perbelanjaan, hingga penguatan ribuan pelaku UMKM lokal.
"Porprov harus mampu melahirkan prestasi sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Kami ingin kegiatan ini menjadi momentum penggerak ekonomi daerah," tambahnya.
Menutup orasinya, Tri menegaskan kembali visi jangka panjang bahwasanya Porprov XV merupakan pijakan awal untuk memperkuat dan memodernisasi ekosistem olahraga Jawa Barat secara berkelanjutan melalui pembinaan berjenjang dan perluasan kesempatan bagi generasi muda.
Pujian hangat Gubernur Jabar serta komitmen tanpa kompromi dari Wali Kota Bekasi di malam pembukaan Porprov XV 2026 ini melahirkan dorongan moral baru, menyatukan langkah untuk membawa Kota Bekasi dan olahraga Jawa Barat melesat ke tingkat yang lebih tinggi.
Sumber: Siaran Pers Pemkot Bekasi, Sabtu (7/11/2026).