event

Momentum Bersejarah Di Kubu Raya: Cendekiawan Dayak Bersumpah Rebut Peran Utama Pembangunan

Selasa, 16 Juni 2026 | 19:02 WIB

NAWACITAPOST.COM — Sebuah gelombang kebangkitan intelektual baru saja memutus kesunyian di Bumi Khatulistiwa. Bertempat di salah satu Hotel, di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu (13/6/2026), atmosfer ruangan bergetar oleh semangat perubahan yang membara. Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional (ICDN) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Kalimantan Barat secara resmi menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) I.

Bukan sekadar seremonial di atas kertas, forum tertinggi ini bertransformasi menjadi panggung konsolidasi strategis yang sangat dramatis. Dengan mengusung tema visioner yang sarat akan makna mendalam: “Dayak Maju Berkelanjutan: Berakar pada Adat, Melangkah dengan IPTEK”, para pemikir terbaik Dayak berkumpul untuk satu tujuan suci—merancang masa depan Kalimantan Barat yang berdaulat, modern, namun tetap memegang teguh akar leluhur.

Sinergi Raksasa: Ketika Tradisi Bertemu Teknologi

Ruang Rakerwil I dipadati oleh ratusan otak terbaik yang dimiliki masyarakat Dayak saat ini. Mulai dari para akademisi bergelar doktor dan profesor, profesional korporasi, politisi lintas fraksi, hingga pelaku usaha (pengusaha) yang memegang kendali ekonomi daerah.

Baca Juga: Misteri Truk Merah: Aroma Tangkap Lepas Solar Subsidi di Dit Polairud Polda Sumut, Warga Desak Propam Turun Tangan!

Perpaduan ini menciptakan sebuah sinergi langka: peleburan antara kearifan lokal yang sakral dan modernitas global. Mereka berkumpul membawa satu komitmen mutlak, yaitu menyatukan ego sektoral demi merumuskan gagasan konstruktif yang mampu membawa Kalimantan Barat melompat menuju era keemasan baru.

Apresiasi Tinggi dari Pucuk Pimpinan Daerah: "Kalbar yang Tercepat dan Terbaik!"

Kejutan dan pujian luar biasa datang langsung dari Krisantus Kurniawan Wakil Gubernur Kalimantan Barat. Dalam pidatonya yang memukau dan penuh energi, ia memberikan apresiasi setinggi-langkah atas gerak cepat dan progresif yang ditunjukkan oleh ICDN Kalbar.

Kalimantan Barat tercatat mencetak sejarah sebagai salah satu wilayah pelopor yang paling awal melaksanakan Rakerwil di tingkat nasional. Sebuah fakta tak terbantahkan bahwa organisasi ini tidak sedang tertidur, melainkan siap berlari kencang.

“Kalimantan Barat yang tercepat menyelenggarakan Rapat Kerja Wilayah I. Artinya Kalimantan Barat yang terbaik dalam memulai langkah-langkah organisasi untuk kemajuan bersama!” ujar Wagub Krisantus, disambut tepuk tangan riuh yang membakar semangat seluruh peserta di dalam aula.

Baca Juga: Di Balik Topeng Verifikasi Huntap Padangsidimpuan, Ratusan Miliar Dana Bencana Diduga Menguap Fiktif!

Wagub menaruh harapan besar di pundak ICDN agar mampu menjadi mitra strategis pemerintah yang tidak hanya sekadar mengkritik, melainkan mampu menghadirkan formula dan solusi konkret yang holistik untuk menjawab kerumitan tantangan pembangunan di Kalimantan Barat.

Seruan Menggelegar: "Rebut Peluang, Kita Pemeran Utama!"

Suasana Rakerwil semakin memuncak dan dramatis ketika Krisantus Kurniawan melontarkan kalimat pembakar semangat dengan nada yang tegas dan penuh penekanan. Ia mengingatkan bahwa perubahan zaman tidak akan menunggu mereka yang ragu-ragu.

“ICDN harus menjadi pemeran utama, bukan sekadar penonton! Peluang dan tantangan yang ada di depan mata harus direbut. Kita harus menjadi pelaku utama dalam kegiatan bisnis, sosial, politik, maupun bidang lainnya!” tegasnya, mengobarkan api optimisme.

Arsitektur Masa Depan: Tiga Komisi Tempur ICDN Kalbar

Menjawab tantangan besar tersebut, Heri Saman Ketua DPW ICDN Kalimantan Barat, langsung tancap gas. Dengan kepemimpinan yang taktis, ia menjelaskan bahwa Rakerwil I ini tidak akan membuang-buang waktu dengan wacana kosong. Fokus gerakan langsung diarahkan pada penyusunan cetak biru (blueprint) program kerja nyata yang dibagi ke dalam tiga komisi tempur utama:

Baca Juga: Tragis! Berujung Maut, Ibu di Sabu Raijua Tewas Ditikam Suami Hanya karena Uang Seragam Anak

  1. Komisi SDM (Sumber Daya Manusia): Berfokus pada peningkatan kapasitas, pendidikan tinggi, dan penguasaan IPTEK bagi generasi muda Dayak dengan tujuan akhir melahirkan intelektual kelas dunia yang kompetitif.

Halaman:

Tags

Terkini