NAWACITAPOST.COM — Suasana khidmat bercampur haru membuncah di Kampung Cikalahang Selatan, Desa Pasirgintung, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten. Hari Minggu (14/6/2026) menjadi saksi bisu sebuah momentum krusial: pelepasan siswa-siswi PAUD Hijaiyah Tahun Ajaran 2025/2026.
Bukan sekadar seremoni perpisahan biasa, panggung pelepasan siswa ini disulap menjadi arena pembuktian bakat luar biasa yang memadukan kecerdasan, seni, dan nilai-nilai spiritual. Mengusung tema besar “Cerdas, Ceria, Belajar Sejak Dini, Melatih Kemandirian Anak dan Sukses di Masa Depan,” acara ini berhasil menyedot perhatian dan decak kagum dari para orang tua, guru, hingga tokoh masyarakat yang hadir.
Panggung Ikhtifalan: Dari Tarian Tradisional hingga Lantunan Bahasa Arab
Sejak pagi, riuh tepuk tangan tak henti-hentinya menggema. Anak-anak usia dini yang biasanya manja, hari itu berdiri tegak dengan penuh percaya diri di atas panggung. Mereka tidak hanya menari dan menyanyi dengan ceria, tetapi juga menunjukkan taji lewat penampilan edukatif yang religius.
Suasana sempat hening dan berubah religius saat para siswa dengan fasih melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an melalui pembacaan surat-surat pendek. Tak berhenti sampai di situ, decak kagum hadirin semakin menjadi-jadi saat bait-bait komunikasi dalam Bahasa Arab mengalir lancar dari bibir mungil mereka. Melalui tradisi Ikhtifalan ini, PAUD Hijaiyah membuktikan bahwa usia dini bukanlah batasan untuk mencetak generasi yang berkarakter kuat dan berwawasan luas.
Pesan Menohok Kepala Desa: "Pilih Lelahnya Belajar atau Perihnya Kebodohan"
Dramatisasi acara mencapai puncaknya saat Budi Kepala Desa Pasirgintung, memberikan sambutan yang membakar semangat sekaligus menyentuh hati. Beliau mengingatkan dengan tegas bahwa pendidikan anak usia dini adalah investasi emas yang tidak bisa ditawar.
Dengan nada emosional, Budi mengutip untaian hikmah legendaris dari Imam Syafi’i untuk membakar kesadaran para orang tua yang hadir:
Baca Juga: Ratusan Eks Karyawan PT Trijaya Tirta Dharma Tagih Pesangon, Gubernur dan Wali Kota Didesak Turun Tangan!"Lebih baik bersusah saat pendidikan daripada menanggung kebodohan seumur hidup. Jika tidak sanggup menahan lelahnya belajar, maka harus sanggup menahan perihnya kebodohan. Perjuangan di masa muda adalah investasi mutlak untuk masa depan Anda," ujarnya.
Sinergi Tanpa Batas demi Masa Depan Anak
Merespons momentum emas ini, Anis Fitria Ketua Yayasan PAUD Hijaiyah, menyampaikan rasa rindu dan apresiasi terdalamnya kepada seluruh elemen yang terlibat. Bagi Anis, keberhasilan hari ini adalah buah dari kerja keras kolektif.
Anis menitipkan pesan mendalam agar para lulusan tidak pernah padam dalam menuntut ilmu, tetap menjaga akhlakul karimah, serta selalu berbakti kepada orang tua dan guru di jenjang pendidikan berikutnya.
"Keberhasilan pendidikan anak tidak lepas dari kerja sama antara sekolah, orang tua, dan lingkungan sekitar. Sinergi yang kokoh ini harus terus kita pertahankan demi mengantar anak-anak kita menuju gerbang masa depan yang gemilang," tegas Anis
Tangis Haru dan Langkah Menuju Masa Depan
Acara ditutup dengan atmosfer yang mengharu biru. Air mata bahagia tampak mengalir di pipi para orang tua saat melihat transformasi putra-putri mereka. Anak-anak yang dulunya pemalu, kini telah bermutasi menjadi pribadi yang berani, mandiri, dan siap melangkah ke jenjang pendidikan selanjutnya.
Pelepasan PAUD Hijaiyah tahun ini bukan sekadar akhir dari sebuah babak, melainkan sebuah fajar baru bagi lahirnya pemimpin-pemimpin masa depan dari pelosok Kabupaten Lebak.(Heri JTI)