ekonomi

Lampaui Nasional, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo Ungkap Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,52 Persen

Selasa, 3 November 2026 | 11:39 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo. (Dok. Pemprov DKI Jakarta)

NAWACITAPOST.COM — Performa perekonomian Provinsi DKI Jakarta melaju pesat dan mencatatkan daya dorong imperatif di atas rata-rata pertumbuhan nasional pada pertengahan tahun 2026.
 
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengonfirmasi bahwa laju pertumbuhan ekonomi megapolitan ini menembus angka 5,52 persen pada triwulan II 2026, memimpin di atas capaian nasional yang berada di angka 5,29 persen.
 
Tidak sekadar melampaui tolok ukur nasional, Jakarta juga mengukuhkan posisinya sebagai tulang punggung utama perekonomian domestik dengan menyumbang kontribusi strategis mencapai 16,32 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia.
 

Pernyataan krusial mengenai keberhasilan kinerja finansial dan ketahanan makro tersebut dipaparkan secara langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, saat membuka perhelatan High Tea Reception East Ventures x Jakarta City Government yang berlangsung di ruang bersejarah Balairung, Balai Kota DKI Jakarta, Senin (2/11/2026).
 
Forum strategis ini dirancang khusus untuk memadukan sinergi pembuat kebijakan, komunitas investor global, pelaku bisnis modal ventura, hingga pengembang ekosistem startup.

“Kinerja ekonomi Jakarta masih kuat, hal ini terbukti dari pertumbuhan ekonomi triwulan II tahun 2026 yakni 5,52 persen, di atas nasional 5,29 persen. Kemudian kontribusi terhadap perekonomian Indonesia yang sekitar 16,32 persen,” ujar Pramono di hadapan jajaran eksekutif bisnis dan jajaran pejabat teras Pemprov DKI.

Selain membeberkan lonjakan pertumbuhan ekonomi yang impresif, kader PDI Perjuangan tersebut juga menyingkap torehan fantastis dari sektor investasi pasar modal dan realisasi modal asing maupun domestik.
 
 
Sepanjang periode Januari hingga September 2026, total akumulasi realisasi investasi yang masuk ke ibu kota berhasil menyentuh angka spektakuler Rp249,3 triliun.
 
Capaian masif ini sekaligus menempatkan Jakarta pada takhta tertinggi realisasi investasi secara nasional dengan porsi kontribusi mencapai 16,2 persen dari total keseluruhan arus investasi yang mengalir ke Tanah Air.

Pramono menegaskan bahwa untuk merawat momentum eksponensial tersebut, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen penuh untuk terus mempercepat daya dorong kolaborasi bersama para investor lintas sektor.
 
Strategi ini ditujukan untuk memicu perluasan skala usaha, menciptakan jutaan lapangan kerja baru berdaya serap tinggi, serta mempertajam daya saing kompetitif Jakarta dalam misi transformatif menuju jajaran 20 besar kota global (global city) dunia pada tahun 2045 mendatang.
 

Agenda High Tea Reception East Ventures x Jakarta City Government menjadi sarana diplomasi ekonomi yang efektif dalam menghubungkan pemangku kebijakan daerah dengan jajaran investor terkemuka demi memperluas jejaring kemitraan strategis.
 
Platform ini sekaligus memperkokoh skema kerja sama jangka panjang antara otoritas pemerintah, korporasi bisnis, serta ekosistem perusahaan rintisan berteknologi tinggi.

Dalam kesempatan yang sama, Co-Founder dan Managing Partner East Ventures, Wilson Cuaca, menyampaikan apresiasi mendalam atas keterbukaan dan langkah proaktif Pemprov DKI Jakarta dalam membina dialog konstruktif bersama para penanam modal.
 
Ia menekankan bahwa posisi geografis dan historis Jakarta tidak tergantikan sebagai episentrum aktivitas bisnis nasional dan koridor utama bagi investor global yang ingin mengeksplorasi potensi ekonomi Indonesia.
 

“Jakarta itu punya sejarah yang benar-benar panjang ya, dan tahun ini memperingati 499 tahun, tahun depan lima lima abad, bayangkan itu perjalanan yang sangat panjang sekali. Jadi, semuanya tahu bahwa kalau investasi di Indonesia harus melewati Jakarta,” pungkas Wilson menutup keterangannya.(Fifi Abdurahman)

Tags

Terkini