“Saya bersyukur kepada Pak Benny, salah satu putra bangsa yang berempati, memberikan berbagai fasilitas istimewa terhadap pekerja migran Indonesia, menaikkan derajat mereka sebagai pekerja yang bermartabat,” terangnya.
Di kesempatan yang sama, Kepala BP2MI, Benny Rhamdani, mengapresiasi perhatian dan dukungan Andika dalam menyoroti segala isu tentang pekerja migran Indonesia.
“Saya masih ingat selama 3 tahun saya menjabat, saya menyuarakan tentang darurat Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), dan pada saat itu Panglima Andika menjawab dukungannya dengan mengerahkan seluruh Matra TNI, membantu personel BP2MI di daerah perbatasan,” ungkap Benny.
Benny memaparkan, bahwa pekerja migran Indonesia menyumbangkan devisa terbesar kedua setelah sektor migas, sejumlah 159,6 triliun rupiah. Sumbangan devisa tersebut, menurut Benny cukup menjadikan profesi pekerja migran Indonesia sebagai profesi yang bermartabat.
“Jadi, jangan malu terhadap profesi pekerja migran Indonesia. Bahkan pejabat yang katanya profesi terhormat, gaji nya dibayar oleh pajak para pekerja migran Indonesia. Dimanapun kalian berada, tetaplah menjadi Indonesia,” pungkas Benny.
Hadir dalam acara tersebut istri Andika Perkasa, Hetty Andika Perkasa dan jajaran teras BP2MI.