NAWACITApost.com – "Saya telah bekerja serabutan, dari konstruksi, sampai dengan berternak, saya juga tidak merasa malu, saya hanya ingin mencari penghasilan untuk membahagiakan keluarganya, jawab Fathoni yang telah siapa mengambil keputusan meninggalkan istri dan anaknya yang masih berumur 3 tahun, ketika ditanya Panglima TNI (2021 -2022) Jenderal TNI (Purn) Andika Perkasa mengawali sambutannya dihadapan 78 Pekerja Migran Indonesia yang akan dilepas oleh Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI)skema Government to Government (G to G) Korea Selatan, serta 312 peserta Orientasi Pra Pemberangkatan (OPP), el Hotel Royale, Senin (30/10/2023).
“Kalian itu adalah pekerja yang bermartabat. Benar kata Fathoni, tidak usah malu mencari nafkah sampai bekerja ke luar negeri. Dalam suatu forum internasional yang saya pernah hadiri, pekerja migran Indonesia adalah pekerja yang paling disukai dalam etos kerja dan keahlian,” ujar Andika.
Menurutnya, semakin maju sebuah negara, semakin terbuka peluang kerja yang tersedia. Terlebih menurut Andika, demografis sebagian besar usia masyarakat negara-negara maju semakin menua. Hal tersebut menyebabkan jenis pekerjaan yang membutuhkan fisik sangat sulit dipenuhi oleh masyarakat lokal negara tersebut.
“Tidak ada negara maju yang tidak butuh pekerja migran dalam masyarakatnya. Indonesia sebagai negara dengan bonus demografi usia produktif, dapat memenuhi kekurangan tenaga kerja usia produktif di negara tersebut,” ungkapnya.
Andika menyatakan, bahwa pekerja migran Indonesia yang nonprosedural saja banyak peminatnya, apalagi pekerja resmi dengan keahlian tinggi.
Namun, Ia tegas menganjurkan bahwa menjadi pekerja migran Indonesia harus tetap pada jalur resmi, serta prosedural. Terlebih Andika pun mendukung pernyataan Kepala BP2MI, Benny Rhamdani, bahwa penempatan pekerja migran Indonesia secara ilegal, dibekingi oleh oknum aparatur pemerintahan sendiri.