NAWACITApost.com - Proyek besar pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi sorotan setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui belum adanya investasi dari luar negeri yang masuk. Di tengah harapan besar akan proyek mega ini, pertanyaan besar muncul, mengapa investasi asing belum mengalir ke IKN?
Jokowi, dalam pernyataannya usai forum APEC CEO Summit di San Francisco, mengungkapkan bahwa saat ini, investasi asing untuk proyek IKN belum terlihat. Namun, ia optimistis bahwa setelah investor dalam negeri terus bergerak dan menunjukkan minatnya, investasi asing akan segera mengikuti.
Menurutnya, pemerintah akan memberikan prioritas kepada investor asing dalam sektor-sektor kunci pada tahap awal pembangunan IKN. Sektor-sektor yang menjadi fokus, seperti pendidikan, kesehatan, dan teknologi, dianggap krusial dalam membangun fondasi yang kuat bagi kelangsungan proyek ini.
"Sampai saat ini (investasi asing) belum ada. Tapi saya yakin bahwa setelah investor di dalam negeri bergerak, semakin banyak setiap bulannya, investor dari luar akan segera masuk. Kita lihat saja nanti pasti akan masuk," ujar Jokowi, dikutip Jumat (17/11/2023).
Untuk diketahui, pada pertengahan 2019 silam, Jokowi mengumumkan bahwa ibu kota Indonesia akan dipindahkan ke luar Jawa. Lokasi ibu kota baru atau yang dikenal dengan Ibu Kota Nusantara (IKN) merupakan wilayah yang meliputi sebagian besar wilayah administrasi Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara di Provinsi Kalimantan Timur.
Pelaksanaan pembangunan Ibu Kota Nusantara ini dilaksanakan dalam 5 tahap sesuai UU Ibu Kota Negara yang akan berlangsung dari tahun 2022 hingga 2045. Sementara, Jokowi bakal habis masa jabatannya pada 2024 mendatang.
Sebelumnya, Jokowi sendiri mengakui pemerintah memang sedang mengerem investasi dari luar negeri di IKN. Langkah tersebut dilakukan karena pemerintah ingin memprioritaskan dan mendahulukan investor lokal.