“Ini tentu melecut semangat kami, BP3MI di Daerah untuk mendorong SDM-SDM unggul dengan kemauan dan kecekatan, dapat menembus kancah dunia kerja secara global. Saya berpesan meskipun kita bekerja di negeri orang, tetaplah memegang jati diri bangsa kita,” ungkap Fanny.
Fanny mengamini data yang menunjukkan bahwa peningkatan peluang kerja yang dibuka pada program Triple Win Skema G to G Jerman, membuktikan bahwa kualitas Pekerja Migran Perawat Indonesia memenuhi standar kualifikasi sektor kesehatan di Jerman.
“Tahun 2021 Indonesia diberikan peluang 200 orang Perawat, Tahun 2022 peluang ini naik menjadi 300 perawat, dan untuk tahun 2023 dibuka peluang untuk 600 orang perawat yang memenuhi kualifikasi untuk bekerja di Jerman. Ini menunjukkan bahwa Pemerintah Jerman puas dengan pihak kita, kinerja perawat kita,” tandasnya.
Gelaran pelepasan turut dihadiri Direktur Sistem dan Strategi Penempatan dan Pelindungan Kawasan Eropa dan Timur Tengah, Perwakilan dari Deutsche Gesellschaft fur Internationale Zusammenarbeit (GIZ), serta jajaran staf pada Kedirektoratan Penempatan Pemerintah Kawasan Eropa dan Timur Tengah.