NAWACITAPOST.COM – Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Imam Syafi’i, mendesak Pemerintah kota (Pemkot) Surabaya untuk melakukan pembaruan data setiap enam bulan. Hal ini bertujuan agar program intervensi untuk lansia di Kota Pahlawan dapat lebih merata.
Menurut data Pemkot Surabaya, tercatat 351.957 lansia tinggal di kota ini, namun belum semua lansia mendapatkan program kesejahteraan yang dijanjikan.
“Pemkot harus rutin memperbarui data agar program intervensi tepat sasaran,” ujar Imam Syafi’i saat berbicara dengan lansia di Kedung Turi, Kedungdoro, Surabaya, pada Senin (1/7/2024).
Baca Juga: UNESA Jadi Penerima KIP Kuliah Terbanyak dengan 3.014 Mahasiswa Baru
Siti Maskiya (73 tahun) dan Nur Fajri (74 tahun), pasangan lansia di Kedungdoro, Surabaya, menjadi contoh kasus yang belum menerima bantuan, mereka sering bergantung pada bantuan tetangga.
“Dulu kami pernah mendapatkan bantuan, tapi karena tidak mau dipasangi stiker (tanda keluarga miskin), kami tidak bisa lagi menerima bantuan,” keluh Maskiya ketika ditemui Imam di rumahnya.
Imam juga menyoroti ketidakadilan dalam penyaluran bantuan, seperti kasus satu rumah dengan dua kepala keluarga lansia, tetapi hanya satu yang mendapatkan bantuan. Dia mendesak Pemkot untuk memperbaiki mekanisme penyaluran bantuan.
Baca Juga: Senam Guru Indonesia dari BPPG UNESA: Inovasi dan Rekor MURI
“Jika ada lebih dari satu kepala keluarga lansia dalam satu rumah, semuanya harus mendapatkan intervensi,” tegas politisi NasDem ini.
Imam juga menyarankan agar kenaikan anggaran Karang Werda disesuaikan dengan jumlah lansia di setiap kelurahan. Tujuannya agar program Pemkot Surabaya dapat dirasakan oleh seluruh lansia di kota pahlawan.
“Semua lansia pemegang KTP Surabaya harus mendapatkan haknya,” kata Imam.
Baca Juga: UNESA Fasilitasi UTBK Peserta Disabilitas
Sementara itu, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menjelaskan bahwa anggaran Karang Werda telah dinaikkan sejak Juni lalu untuk konsumsi dan kegiatan lansia.
“Dengan bertemu lebih sering, harapannya para lansia menjadi lebih bahagia dan umur mereka lebih panjang,” ujar Eri.