daerah

Cerita Leader Smart Wallet Jombang, Awalnya Tergiur Keuntungan Besar

Jumat, 19 April 2024 | 12:25 WIB
Memakai baju batik Ahmad Tohari Leader Smart Wallet Jombang saat di wawancarai awak media

“Karena merasa berhasil cerita saya, begitupun beliau (Pak Mutakim) karena merasa berhasil akhirnya cerita juga,” katanya.

Baca Juga: Jangan Sampai Tertipu: Cara Menghindari Kerugian Finansial Akibat E-TLE Saat Beli Mobil Bekas

“Salah satu anggota saya ada lagi Pak Wahyu Cahyono di Kecamatan Plandaan saya critai dan sudah ikut lama juga lebih dari 6 bulan dan penarikannya berhasil,” sambungnya lagi.

Hingga akhirnya, kisah keberhasilan itu tersebar luas dan aplikasi anggota yang telah diblokir OJK ini semakin berkembang.

“Dari cerita yang berhasil itulah akhirnya berkembang ke saudaranya, teman kerja, ke pabrik, ke saudara yang diluar kota dan terus berkembang,” ungkapnya.

Baca Juga: Terlena Janji Manis Oknum Satpol PP, Pegawai Dinkes Tertipu 30 Juta

Diakui Tohari, tempo hari ada beberapa member yang protes mendatangi rumahnya, ia membantah bukan dia yang mengajak, bahkan Tohari menyatakan tidak mengenal para member yang protes mendatangi rumahnya tersebut.

“Rata-rata yang mendatangi saya itu saya ndak kenal semua dan dipastikan 100% tidak ada yang memakai undangan saya, bahkan undangannya Pak Mutakimpun ndak ada, itu undangan yang sudah beredar dari Hp ke Hp,” ucap dia.

Dia menegaskan, bahwa aplikasi smart wallet itu sistem transaksinya bukan melalui rekening pribadinya, melainkan langsung melalui rekening perusahaan mitra smart wallet.

Baca Juga: “Jangan sampai NTT punya T tambahan selain 3T, yaitu Tertipu” Abraham Liyanto bertandang ke Kantor Imigrasi Kupang

“Jadi smart wallet itu aplikasi dan transfernya ke perusahaan mitra smart wallet bukan ke rekening saya, jadi kalau saya mau ikut gtu kan ikutnya Rp 500 ribu yang paling kecil tapatnya sebenarnya Rp 470 ribu sebenarnya sudah boleh tapi dibulatkan,” terangnya.

Tohari masih berkeyakinan bahwa smart wallet belum diblokir oleh OJK melainkan hanya dibekukan, bahkan ia masih berharap agar uang bisa dicairkan.

“Harapannya, karena semuanya ini mungkin ada hubungan dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) saya dapat kabar aplikasi ini sedang dibekukan oleh OJK, jadi diblokir itu lain diblokir ya, dibekukan itu hanya menghentikan aplikasinya untuk Wd itu. Harapan saya bisa di Wd itu, pihak OJK bisa koordinasi dengan yang punya aplikasi ini supaya Wdnya diloloskan, karena kalau Wdnya diloloskan ya selesai masalahnya, setelah bisa Wd baru aplikasi ditutup itu tidak masalah karena sudah tidak berhubungan dengan masyarakat,” tandasnya.

Halaman:

Tags

Terkini