"Kita juga mengetahui bagaimana praktek distribusi pembagian santunan atau hibah Baznas Jatim yang selalu menghadirkan Ibunda Khofifah dengan didampingi PJ Gubernur Jawa Timur dan Ketua Baznas Jatim, serta bagaimana PJ Gubernur selalu mencoba mengambil sikap tawaduknya apabila berada di hadapan Ibunda Khofifah,” sebutnya.
Baca Juga: Ungkap 'Dugaan' Korupsi OPD di Jatim! MAKI Jatim Bersiap Gelar Aksi Demo Setiap Minggu
Totalitas PJ Gubernur Jawa Timur yang tidak sepantasnya ini beriringan dengan adanya usaha untuk membuat berita dalam media yang harus selalu mebgedepankan berita yang sifatnya Good News saja.
Dalam kesemoatan ini, Heru MAKI menekankan dan menggaris bawahi,terkait bagaimana Mahkamah Konstitusi (MK) saat ini sedang membuktikan laporan PHPU untuk Calon Presiden yang kaitannya dengan Bansos,dimana dianggap keberadaan Bansos sangat mempengaruhi Elektoral proses hasil perolehan suara.
Di Jawa Timur sendiri, dalam berbagai media terungkap sangat jelas bahwa Baznas Jatim dengan dukungan PJ Gubernur Jatim,dalam rangkaian kegiatannya selalu menghadirkan Ibunda Khofifah, diperkuat dengan narasi narasi yang mengarah kepada bentuk totalitas dukungan karena memang dipastikan Khofifah akan maju sebagai Calon Gubernur Jawa Timur.
Baca Juga: MAKI Jatim: Launching Ramadhan GenZi, Kok yang datang Generasi Lansia!
Dalam Warning kerasnya, Heru MAKI juga menyampaikam PR besar PJ Gubernur Jatim untuk beberapa dugaan kasus hukum yang masih akan berproses secara hukum, seperti 278 Milyard Pembangunan dermaga 2 Probolinggo, dimana Kadishub Jatim menyampaikan bahwa hanya menjalankan “Perintah” dari Sekdaprov Jatim yang kala itu dijabat oleh Adhy Karyono.
Dalam penelusurannya, MAKI Jatim juga menemukan bagaimana arah kebijakan kebijakan OPD di lingkungan Pemprov Jatim juga sangat dipengaruhi oleh ”Perintah” tersebut.
”Pada saatnya dalam rangkaian aksi demo dan pelaporam nantinya,MAKI Jatim akan buka semuanya,saya pastikan hal itu,sampai ketemu setelah lebaran dengan aksi turun ke jalan MAKI Jatim,” pungkas Heru MAKI. ***