daerah

Bu Reni Kenang Era Risma: Surabaya Sudah Bangun Sekolah Megah Sejak Dulu!

Rabu, 28 Oktober 2026 | 13:06 WIB
Kunjungan ke SDN Tanah Kali Kedinding 1, Reni Astuti, anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PKS, justru teringat kiprah Tri Rismaharini saat memimpin Kota Pahlawan, Rabu (28/10/2026)

Reni menyebut adanya rencana penataan status guru PPPK paruh waktu menjadi PPPK penuh waktu mulai 2027. Kebijakan tersebut diharapkan memberi kepastian lebih baik bagi para guru yang selama bertahun-tahun mengabdi di sekolah.

Pernyataan itu sejalan dengan informasi resmi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada Oktober 2026. Pemerintah menyiapkan pengalihan 242.482 guru PPPK paruh waktu menjadi PPPK penuh waktu mulai 1 Januari 2027 melalui mekanisme otomatis tanpa seleksi. Selain itu, guru PPPK penuh waktu yang memenuhi persyaratan administrasi akan memperoleh kesempatan mengikuti seleksi CPNS secara bertahap mulai 2027.

Untuk mendukung kebijakan tersebut, anggaran sebesar Rp23 triliun dialokasikan bagi gaji dan tunjangan guru yang beralih status. Pagu anggaran Kemendikdasmen tahun 2027 ditetapkan sebesar Rp89,10 triliun setelah penambahan anggaran Rp28 triliun.

Reni berharap kebijakan ini menjadi kabar baik bagi para guru, termasuk mereka yang bertugas di Surabaya. Kepastian status dan jalur pengembangan karier diharapkan menambah semangat tenaga pendidik untuk terus memberikan pengabdian terbaik.

Dalam kunjungannya, ia juga menyampaikan bahwa terdapat guru PPPK paruh waktu dan penuh waktu di sekolah yang didatanginya. Ia mendorong para guru mempersiapkan diri untuk mengikuti proses seleksi sesuai ketentuan yang berlaku.

Meski demikian, kepastian kebijakan nasional tetap perlu diikuti kejelasan pelaksanaan di daerah, termasuk pendataan guru, pembagian kewenangan pembiayaan, dan pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik di setiap sekolah.

Jangan Sampai Gedung Bagus, tetapi Kemampuan Membaca Anak Tertinggal

Di balik perhatian terhadap bangunan sekolah, Reni juga mengingatkan pentingnya memastikan anak-anak benar-benar memperoleh kemampuan dasar selama menempuh pendidikan.

Ia menyinggung rencana kebijakan kenaikan kelas yang menurutnya perlu mempertimbangkan masukan guru, orang tua, dan kondisi nyata peserta didik. Kebijakan tersebut tidak semestinya sekadar menjadi persoalan naik atau tidak naik kelas, tetapi harus mendorong anak belajar lebih optimal.

Reni menekankan, anak-anak perlu tetap memiliki semangat belajar dan tidak merasa bahwa mereka bisa mengabaikan pelajaran karena pada akhirnya akan naik kelas.

Ia juga mengingatkan adanya persoalan kemampuan membaca pada sebagian lulusan sekolah dasar di Indonesia. Karena itu, penguatan literasi, numerasi, dan sains perlu menjadi perhatian sejak kelas awal.

Data Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan Kemendikdasmen yang dipublikasikan pada Juni 2026 menunjukkan bahwa capaian kompetensi minimum literasi siswa SD/MI turun dari 59,04 persen pada 2024 menjadi 55,7 persen pada 2025. Pada numerasi, capaian tersebut turun dari 52,48 persen menjadi 48,25 persen.

Angka nasional tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan infrastruktur harus berjalan beriringan dengan penguatan proses belajar. Gedung yang bagus memang penting, tetapi kemampuan anak membaca, memahami bacaan, berhitung, dan berpikir kritis merupakan fondasi yang tidak boleh diabaikan.

Reni berharap setiap sekolah mampu menciptakan lingkungan belajar yang mendorong siswa berusaha, berani bermimpi, dan mengembangkan potensinya secara maksimal.

Momentum Sumpah Pemuda, Menguatkan Masa Depan Pendidikan

Kunjungan ke SD Raden Paku, SDN Tanah Kali Kedinding 1, dan SDN Bulak Banteng 1 pada Hari Sumpah Pemuda menjadi momentum untuk melihat pendidikan dari berbagai sisi: infrastruktur, kesejahteraan guru, hingga kualitas pembelajaran.

Kenangan Reni terhadap pembangunan sekolah pada era Risma menjadi pengingat tentang pentingnya kesinambungan pembangunan. Sementara perhatian terhadap guru PPPK dan kemampuan dasar siswa menunjukkan bahwa pekerjaan rumah pendidikan terus berkembang mengikuti tantangan zaman.

Halaman:

Tags

Terkini