daerah

Jenguk Korban Keracunan MBG di Sidoarjo, Khofifah Soroti Keterlambatan Distribusi Makanan

Kamis, 3 September 2026 | 17:47 WIB
Caption foto: Gubernur Khofifah menjenguk korban dugaan keracunan MBG di Sidoarjo.

SIDOARJO, NAWACITAPOST.COM - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjenguk para santri dan pelajar yang diduga menjadi korban keracunan setelah menyantap makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sidoarjo.

Khofifah datang ke RSI Siti Hajar Sidoarjo, Kamis (3/9/2026), untuk melihat langsung kondisi para pasien. Ia mengecek satu per satu kondisi korban sekaligus memastikan mereka mendapatkan penanganan medis dengan baik.

Di rumah sakit tersebut terdapat 27 pasien yang menjalani perawatan. Sebanyak 24 pasien dinyatakan sudah membaik dan diperbolehkan pulang, sedangkan tiga pasien lainnya masih menjalani observasi dokter.

"Dari 27 itu, 24 insyaallah clear pagi ini bisa pulang, yang 3 nunggu observasi lagi, tapi mudah-mudahan sore juga bisa pulang jadi Insya Allah mereka sudah dalam kondisi baik," kata Khofifah.

Khofifah mengatakan sebagian pasien sebelumnya mengeluhkan mual dan pusing. Ia memastikan pasien baru diperbolehkan pulang setelah kondisi mereka dinyatakan baik oleh tenaga medis.

Khofifah Minta Tata Kelola MBG Dievaluasi

Selain memastikan kondisi korban, Khofifah meminta seluruh pihak melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG. Menurutnya, program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut memiliki tujuan penting untuk meningkatkan kualitas gizi siswa dan santri.

Namun, pelaksanaannya membutuhkan pengawasan ketat mulai dari pemilihan bahan makanan, proses memasak, distribusi hingga makanan diterima dan dikonsumsi penerima manfaat.

"Jadi memang kita harus terus berbenah, semua lini harus melakukan monitoring dan pengawasan sekaligus merekomendasikan tidak hanya kepada BGN tetapi juga kepada SPPG setempat," ujarnya.

Khofifah menilai waktu distribusi makanan menjadi salah satu hal yang perlu dievaluasi dalam kasus dugaan keracunan di Sidoarjo.

Menurutnya, makanan yang dimasak dalam waktu dan tempat yang sama belum tentu memiliki kondisi yang sama ketika dikonsumsi jika terdapat perbedaan waktu pengiriman.

"Ini kasusnya dimasak bersama dengan format yang sama. Yang pengirimannya relatif lebih awal itu aman. Tapi yang pengirimannya terlambat ini yang kemudian menjadikan masalah," ungkapnya.

Ia mencontohkan makanan yang selesai dimasak sekitar pukul 05.00 WIB dan dikirim pukul 07.00 WIB masih dapat dikonsumsi sekitar pukul 10.00 WIB dalam kondisi aman apabila proses pengelolaannya sesuai standar.

"Bedanya adalah pada masa pengiriman dari SPPG itu ke titik penerima manfaat, jadi kalau selesai dimasak jam 5 kemudian jam 7 diantar jam 10 sudah bisa dimanfaatkan oleh penerima manfaat ini semua aman," katanya.

664 Orang Diduga Keracunan MBG

Kasus dugaan keracunan makanan MBG di Sidoarjo sebelumnya terjadi pada Selasa (1/9/2026). Sebanyak 664 orang tercatat mendapatkan perawatan medis hingga Rabu (2/9/2026) malam.

Halaman:

Tags

Terkini