daerah

Karhutla Semeru Capai 600 Hektare, Helikopter BNPB Guyur 21 Ribu Liter Air

Kamis, 3 September 2026 | 09:57 WIB
Caption foto: Karhutla Gunung Semeru di Lumajang mencapai sekitar 600 hektare. Helikopter BNPB mulai water bombing dan telah menjatuhkan 21 ribu liter air.

 

SURABAYA, NAWACITAPOST.COM - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, memasuki babak baru. BPBD Jawa Timur mulai mengerahkan helikopter water bombing untuk mempercepat pemadaman titik api yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Helikopter PK-DAP milik BNPB yang didatangkan dari Lampung mulai melakukan operasi pemadaman udara pada Rabu (2/9/2026). Sasaran awal berada di kawasan bagian barat Pos 1 Pendakian, tepatnya di tebing punggungan Desa Ranupane, Kecamatan Senduro.

Hingga pukul 12.00 WIB, helikopter dengan kapasitas bucket 1.000 liter tersebut telah melakukan 21 kali water bombing. Total air yang dijatuhkan untuk membantu memadamkan karhutla Semeru mencapai sekitar 21.000 liter.

Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Gatot Soebroto, mengatakan pengerahan helikopter dilakukan sebagai upaya mempercepat penanganan, terutama terhadap titik api yang berada di lokasi dengan medan berat.

“Kendala di lokasi adalah angin yang kencang. Selain membuat api cepat menjalar, operasi water bombing juga terkendala akibat hempasan angin,” ujar Gatot.

Dua Titik Api Masih Menyala

Gatot mengungkapkan, hingga Rabu siang masih terdapat dua titik api di kawasan Gunung Semeru yang menjadi perhatian tim gabungan.

Kedua titik tersebut berada di sekitar Ranu Kumbolo dan Ranu Pane B29. Lokasinya berada cukup jauh, memiliki medan curam, dan sulit dijangkau oleh petugas melalui jalur darat.

Kondisi medan tersebut membuat pemadaman dari udara menjadi salah satu opsi penting untuk mempercepat penanganan. Meski demikian, operasi water bombing juga menghadapi tantangan berupa angin kencang yang dapat mengganggu akurasi jatuhan air sekaligus faktor keselamatan penerbangan.

“Semoga besok cuacanya lebih mendukung, karena angin yang kencang mempengaruhi keamanan unit helikopter saat melakukan operasi water bombing,” kata Gatot.

Pemadaman Darat Tetap Berjalan

Selain menggunakan helikopter, petugas gabungan tetap melakukan penanganan melalui jalur darat. Pemadaman dilakukan secara manual dengan menyasar titik-titik yang masih memungkinkan dijangkau petugas.

Tim juga membuat sekat bakar untuk menghambat perambatan api. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah kobaran meluas, khususnya ke arah kawasan yang berpotensi mendekati permukiman warga.

Strategi pemadaman dilakukan secara bersamaan melalui jalur udara dan darat dengan mempertimbangkan kondisi medan serta arah angin di kawasan Gunung Semeru.

Luas Karhutla Semeru Capai 600 Hektare

Sementara itu, berdasarkan data Pusdalop BPBD Jatim, kebakaran yang terjadi di kawasan Gunung Semeru sejak 26 Agustus 2026 hingga Rabu (2/9/2026) telah berdampak terhadap lahan seluas sekitar 600 hektare.

Besarnya area terdampak membuat penanganan karhutla membutuhkan pengerahan sumber daya secara berkelanjutan. Terlebih, kondisi medan pegunungan dan angin kencang menjadi faktor yang dapat mempercepat penyebaran api sekaligus menyulitkan proses pemadaman.

Halaman:

Tags

Terkini