daerah

Baktiono: Kalau Tidak Berani Gebrak Pelayanan, Jangan Jadi Direktur PAM Surya Sembada

Selasa, 18 Agustus 2026 | 16:24 WIB
Anggota Komisi B dari Fraksi PDI Perjuangan, Baktiono

 

SURABAYA, NAWACITAPOST.COM — Komisi B DPRD Kota Surabaya langsung memasang tekanan kepada jajaran direksi baru Perumda Air Minum Surya Sembada. Dalam rapat bersama manajemen baru, Selasa (18/8/2026), anggota Komisi B dari Fraksi PDI Perjuangan, Baktiono, meminta direksi tidak sekadar meneruskan kebijakan lama, tetapi berani melakukan gebrakan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Baktiono menyoroti sejumlah pekerjaan rumah besar PAM Surya Sembada, mulai dari akses air yang menurutnya belum sepenuhnya bisa dinikmati warga tanpa bantuan pompa, pelayanan di hunian vertikal, hingga pengembangan air minum dalam kemasan produksi perusahaan daerah.

Ia bahkan mempertanyakan alasan teknis yang selama ini digunakan ketika tekanan air disebut berpotensi merusak jaringan pipa.

“Kalau ngomong di rakyat boleh, tapi saudara ngomong di DPR bukan begitu. Seorang akademisi ngomongnya itu alasannya apa, tekanannya berapa yang sampai bisa merusak? Apa kajian akademisnya?” tegas Baktiono.

Menurutnya, persoalan tersebut tidak boleh terus dijawab dengan alasan normatif. Direksi baru harus mampu menunjukkan data teknis sekaligus target waktu yang jelas.

“Yang penting saya minta itu kapan jadwalnya bisa sampai mencapai 100 persen tanpa pompa,” ujarnya.

Bukan Sekadar Ganti Orang

Sorotan Baktiono menjadi penting karena PAM Surya Sembada merupakan salah satu BUMD strategis Kota Surabaya. Perda Kota Surabaya Nomor 1 Tahun 2025 menempatkan perusahaan ini bukan hanya sebagai penyedia kebutuhan air masyarakat, tetapi juga memiliki mandat pengelolaan air limbah dan kontribusi terhadap pendapatan daerah. Modal dasar perusahaan ditetapkan sebesar Rp450 miliar.

Karena itu, Baktiono meminta jajaran direksi baru menunjukkan keberanian sebagai praktisi.

Ia juga menyoroti fakta bahwa sejumlah jajaran manajemen baru masih berasal dari lingkungan lama PAM Surya Sembada.

“Dirutnya juga orang lama PDAM dan jajarannya pun juga ada beberapa orang lama,” katanya.

Bagi Baktiono, kondisi tersebut tidak menjadi masalah selama manajemen baru mampu menghasilkan perubahan nyata.

Yang menjadi persoalan justru apabila pergantian direksi hanya menghasilkan perubahan nama dan jabatan, sementara problem pelayanan tetap berulang.

“Anggaran ada karena selama ini PDAM tidak pernah rugi. Tinggal langkah beraninya PDAM dan keberanian diri itu untuk melakukan gebrakan yang baru,” tegasnya.

Surabaya Diklaim Sudah Terlayani, Tapi Persoalan Tekanan Air Belum Selesai

Pernyataan Baktiono mengenai belum optimalnya pelayanan perlu ditempatkan dalam konteks data resmi Pemkot Surabaya.

Halaman:

Tags

Terkini