daerah

Viral! Mobil Mewah Bupati Lampung Selatan Terjebak di Jalan Rusak

Selasa, 11 Agustus 2026 | 14:33 WIB
Menyoroti viralnya Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama yang sempat terjebak jalan rusak di wilayahnya hingga kena sindiran warga. (Instagram.com/@undercover.id)

NAWACITAPOST.COM— Sebuah insiden dramatis tengah menyita perhatian publik di media sosial. Momen ketika "Mobil Mewah Bupati Lampung Selatan Terjebak di Jalan Rusak" menjadi viral usai diunggah ulang oleh akun Instagram @undercover.id pada Senin, 10 Agustus 2026.
 
Kendaraan dinas pelat merah yang ditumpangi Bupati Lampung Selatan (Lamsel), Radityo Egi Pratama, tampak terseok-seok mengarungi jalan berbatu dan berlubang parah saat melintasi wilayah Desa Helau, Desa Baru Ranji, hingga Merbau Mataram.

Di tengah pengawalan ketat para petugas, momen tersebut dimanfaatkan warga lokal untuk meluapkan amarah dan jeritan hati mereka yang sekian lama memendam kekecewaan. Seorang perempuan yang merekam kejadian tersebut langsung menyemprot sang bupati dengan nada penuh sindiran mendalam.
 
Baca Juga: Interpol Terbitkan Red Notice untuk Syekh Ahmad Al Misry, Buron Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Santri Kini Diduga Masih di Mesir

"Pak, mohon perhatiannya. Tolong jalan diperbaiki, Pak. Sudah lama. Katanya terakhir sentuhan renovasi itu 2007, Pak," ujar perempuan tersebut tegas.

Tak berhenti di situ, ia juga menyindir rasa cemas yang kini ikut dirasakan langsung oleh orang nomor satu di Lampung Selatan tersebut.
 
"Bapak saja ngeri, Kan? Hati-hati mobil bagus, Pak," lanjutnya.

Bupati Murka dan Semprot Bawahannya

Menanggapi insiden yang membuat gempar jagat maya tersebut, Radityo Egi Pratama Bupati Lampung Selatan mengaku sangat terkejut begitu menyaksikan kondisi lapangan yang dinilainya amat memprihatinkan. Ia mengklaim tidak pernah menerima laporan rinci mengenai kerusakan ekstrem di kawasan tersebut dari jajarannya.

"Kalau memang belum ada sentuhan di sini, pikiran saya enggak separah ini. Saya enggak tahu, betul," kata Radityo dalam keterangannya, Senin (10/8/2026).
 

Rasa terkejut itu lantas berubah menjadi kekesalan emosional terhadap kinerja aparatur di tingkat bawah. "Karena saya enggak pernah dapat laporan dari lapangan, makanya saya tegur camat, saya marah betul, karena saya enggak tahu separah itu jalanannya," imbuhnya penuh penyesalan.

Radityo menuntut agar para pejabat bawahannya tidak sekadar memberikan laporan di atas kertas, tetapi juga menyertakan bukti visual yang nyata.
 
"Kalau perlu, kalau pas ada masyarakatnya jatuh, kirim foto, gitu loh. Jadi saya ngerti kalau situasinya jalanannya benar-benar parah," sambung Radityo.

Dilema Anggaran dan Analogi Uang Dapur

Di sisi lain, Radityo bergeming membela diri terkait keterbatasan kapasitas keuangan daerah dalam membenahi seluruh infrastruktur di wilayahnya secara serentak.
 
Baca Juga: Siswa SMP di Pemalang Meninggal Dunia Diduga Jadi Korban Perundungan, Polisi Lakukan Autopsi dan Periksa Sejumlah Saksi

"Karena gini, mungkin kalau belum kebagian, karena Lampung Selatan kan luas, cuma duitnya terbatas. Jadi harus pintar-pintar saya membagi jatah," terang Bupati Lampung Selatan ini.

Guna memperjelas tekanan finansial yang dihadapi pemerintah daerah, ia menganalogikan pengelolaan anggaran pembangunan tersebut layaknya dapur rumah tangga.
 
"Kayak di dapur rumah Bapak-Ibu. Kebutuhannya banyak, uang dapurnya terbatas. Kan harus pintar-pintar membagi," kata Radityo.

Meski diterpa gelombang kritik keras dari publik dan masyarakat setempat, Radityo menegaskan bahwa ruas jalan hancur yang dilintasinya itu telah dimasukkan ke dalam skema perencanaan perbaikan, serta berjanji akan memetakan titik-titik jalan lain yang kondisinya paling mendesak untuk segera ditangani.(AMRULLOH)

Tags

Terkini