Mengakhiri sambutannya Sekda Blitar Izul Marom mengatakan, dalam upacara ini diharapkan sifat-sifat yang negatif ini tidak mengganggu. Setelah diarak hingga ke desa berarti energi negatif sudah terkumpul, kemudian dibakar. Dengan demikian energi negatif hilang, yang ada energy positif sehingga saat Nyepi bisa melaksanakan tapa brata dengan khidmad dan kehidupan tenang, guyub rukun.
Untuk itu saya berharap, setelah tapa Brata pada keesokan harinya (Hari Raya Nyepi), bisa menjadi pribadi yang mawas diri dan menghindari perbuatan tidak baik. Juga semakin sejahtera kehidupannya dan semakin bertawakal pada Sang Hyang Widi,"tutupnya.
Penulis : Frins Maurins