Mojokerto Nawacitapost – Prime Lotus Indonesia Foundation bekerjasama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mojokerto menggelar program Bhakti Sosial Penyehatan Holistik Meridian, Sabtu(01/02)
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan fisik dan mental masyarakat, Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat melalui pendekatan holistik yang berfokus pada keseimbangan tubuh, pikiran, dan jiwa.
Konsep penyehatan holistik meridian yang digunakan dalam program ini mengandalkan teknik terapi berbasis meridian tubuh untuk meningkatkan kesehatan. Pendekatan ini diharapkan dapat menjadi solusi alternatif bagi masyarakat dalam menjaga kesehatan, melengkapi metode pengobatan konvensional yang ada. Peserta program tidak hanya mendapatkan layanan terapi, tetapi juga edukasi mengenai pentingnya menjaga keseimbangan tubuh dan pikiran.
Dalam sambutannya, Drs. Mohammad Jamil. MM selaku Plt. Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mojokerto menekankan bahwa kegiatan kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya pengembangan pelayanan perpustakaan berbasis inklusi sosial meliputi
a. Perpustakaan diarahkan sebagai pusat belajar dan pusat kegiatan masyarakat;
b. Perpustakaan dirancang lebih berdaya guna bagi masyarakat;
c. Perpustakaan mejadi wadah untuk menemukan solusi dari permasalahan kehidupan masyarakat;
d. Perpustakaan memfasilitasi masyarakat untuk mengembangkan potensi yang dimiliki. “Kami berharap program ini memberikan dampak positif bagi masyarakat dan menjadi solusi dalam menjaga kesehatan dengan pendekatan holistik,” ujarnya. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan literasi kesehatan masyarakat agar lebih sadar akan pentingnya menjaga pola hidup sehat.
Prime Lotus Indonesia Foundation, sebagai penyelenggara acara, memberikan pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat terkait terapi meridian. Pelatihan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kesehatan, tetapi juga membuka peluang bagi mereka untuk memiliki keterampilan baru yang dapat dijadikan sumber penghasilan. Hingga saat ini, sudah ada 26 terapis yang dilatih dan siap memberikan layanan kepada masyarakat.
Jamil menjelaskan program literasi yang telah dijalankan sebelumnya. “Literasi tidak hanya sebatas membaca dan memahami, tetapi juga menciptakan inovasi. Dengan adanya pelatihan ini, masyarakat dapat mengembangkan keterampilan di bidang kesehatan holistik yang bisa menjadi peluang ekonomi,” imbuhnya. Pendaftaran program ini dilakukan melalui aplikasi Sipusli, sistem informasi perpustakaan dan literasi yang telah dikembangkan oleh Disperka.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini juga melibatkan berbagai pihak, termasuk Karang Taruna, mahasiswa Universitas Airlangga, serta tenaga medis dari laboratorium Parahita yang membantu melakukan pemeriksaan tensi dan gula darah. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa pendekatan kesehatan yang komprehensif memerlukan dukungan dari berbagai sektor agar manfaatnya lebih luas dan berkelanjutan.
M. Adistya Dwi Kurniawan (Wawan), Sekretaris Jenderal Prime Lotus Indonesia Foundation, menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebatas pengobatan alternatif, tetapi juga sebagai bentuk sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan dengan cara yang alami. “Kami ingin memberikan pemahaman bahwa pengobatan meridian bisa menjadi alternatif yang melengkapi pengobatan medis. Dengan adanya bakti sosial ini, masyarakat dapat merasakan langsung manfaat dari terapi ini,” ujarnya.
Pada kegiatan ini, sebanyak 61 peserta mengikuti terapi meridian sebagai bagian dari bakti sosial. Salah satu peserta, Samsul Ma'arif (56), warga Weringinrejo, Soko, mengaku merasakan manfaat luar biasa setelah menjalani terapi. Sebelumnya, ia mengalami nyeri pada kakinya akibat efek tertimpa ban truck sebulan lalu. “Baru satu kali mencoba, saya sudah merasakan manfaatnya. Kaki saya terasa lebih ringan dan tidak nyeri seperti kemarin,” ujar Samsul.
Dengan adanya program ini, diharapkan masyarakat Kabupaten Mojokerto tidak hanya merasakan manfaat dalam aspek kesehatan, tetapi juga mengalami peningkatan literasi dan keterampilan. Dengan kombinasi antara edukasi dan praktik langsung, program ini menjadi langkah nyata dalam mendukung kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.(di/ud)