Surabaya NAWACITAPOST - Di titiknya ke-12, yang merupakan titik terakhir masa reses, anggota DPRD Surabaya Dyah Katarina berkesempatan penjaringan aspirasi warga Gayungan.
Di hadapan ratusan warga, Dyah menghimbau agar masyarakat berani berbicara, terutama untuk kepentingan publik secara luas.
"Kalau ada pelayanan atau fasilitas dan bantuan pemerintah yang kurang baik atau berbeda dari wilayah satu dengan yang lain, monggo kita diskusikan, " Ucap Dyah, Minggu 14 Mei 2023 malam.
"Nantinya akan kami sampaikan ke Pemerintah agar dilakukan perbaikan, terlebih apabila ada permasalahan bisa dicarikan solusinya, " Tambahnya.
Perubahan nama MBR menjadi Gamis, menjadi masalah serius untuk warga. Selain masalah rancunya data penerima bantuan, yang juga ditakutkan adalah berpengaruh kepada sistem di zonasi pendidikan.
"Yang dulunya Jalur Afirmasi Kategori Keluarga Miskin patokannya MBR, nah sekarang setelah diganti menjadi Gamis, banyak yang tercoret, takutnya menjadi kisruh saat PPDB nanti, " Ucap salah satu ibu yang hadir dari Ketintang.
Warga juga minta ada evaluasi kriteria Gamis. Warga miskin, kata salah satu kader, ingin rumahnya terlihat bersih dan nyaman ketika dipakai tidur. Namun setelah lantai rumahnya di keramik ternyata keluarga tersebut dicoret dari data penerima bantuan karena tidak memenuhi kriteria.
"Ada juga yang punya motor butut, dia beli hanya 500 ribu dipakai untuk kerja. Eh... ternyata bantuannya dihapus," Katanya.
"Maka dari itu, kita minta kriteria Gamis di evaluasi, supaya bantuan tepat sasaran, " Pintanya.
Topik utama dalam agenda reses tersebut masih di seputaran masalah Kader Surabaya Hebat (KSH). "Kalau diundang pak Wali teriak Yel-yel Kader Surabaya Hebat, Siap bekerja tanpa Sambat. Nyanyi Joko Tingkir, sudah pulang pusing lagi dengan banyaknya tugas," ungkap salah satu kader.
"Kalau bisa, tugas kader di permudah, atau kadernya ditambah supaya pekerjaan dan pendataan bisa lebih maksimal," ungkapnya.
Selain masalah kesra, warga juga mengusulkan perbaikan jalan paving di Bambe dukuh menanggal. "Pavingnya sudah pecah-pecah, sering merusak ban motor," ungkap Pak agus, Ketua panitia reses.
Terhadap beberapa usulan dan keluhan warga Gayungan, Dyah Katarina berjanji akan menyampaikan ke Pemkot Surabaya. "Kalau masalah pembangunan, warga wajib membuat proposal sebagai dokumen yang bisa dipertanggung jawabkan," kata istri mantan Walikota Surabaya Bambang DH ini.
Untuk usulan para Kader juga akan menjadi pertimbangannya saat rapat koordinasi dengan pemerintah kota melalui dinas-dinasnya.
"Kalau menjadi kader, jadilah kader yang benar. Kalau jadi masyarakat ya Jadilah masyarakat yang peduli. Dan jika menjadi penerima manfaat, maka harus berkomitmen menggunakannya dengan baik," pesan Dyah Katarina, memungkasi. (BNW)