Jumat, 5 Juni 2026

Gelar Flashmob Secara Serentak, Ini Catatan PKS Majalengka

Photo Author
Tantitamara, Nawacita Post
- Minggu, 11 September 2022 | 14:53 WIB

Majalengka, NAWACITAPOST.COM - Sebagai bentuk komitmen dan konsistensi dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat, terlebih tentang adanya kenaikan harga BBM bersubsidi, Partai Keadilan Sejahtera secara serentak menggelar kegiatan Flashmob seluruh Indonesia.

Baca Juga : Ini Hasil Pertemuan PT Media Nawacita Indonesia Bersama Tim Juri Nasional Nawacita Awards

Tak terkecuali juga dengan Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera Kabupaten Majalengka, kegiatan tersebut dilakukan sebagai wujud komitmen PKS dalam menyuarakan aspirasi masyarakat tentang penolakan kenaikan harga BBM bersubsidi.

Hal itu disampaikan oleh Roni Setiawan disela kegiatan dia mengatakan bahwa pihaknya berjuang untuk membantu masyarakat dengan tujuan kebijakan Pemerintah Pusat tentang kenaikan harga BBM bersubsidi bisa ditarik kembali.

"Aksi flashmob ini sebagai rentetan bentuk penolakan (kenaikan harga BBM) dari PKS secara nasional sampai ke tingkat kabupaten. Bahkan ini yang hadir sampai tingkat ranting semuanya, sepakat bersama-sama dengan masyarakat untuk terus melanjutkan dalam upaya sampai harga BBM diturunkan," ujar Roni Setiawan Ketua PKS Majalengka, Sabtu (10/09/2022).

Ketua PKS Majalengka memberikan ketegasan bahwa sampai saat ini partainya masih komitmen bersama masyarakat untuk mewujudkan kesejahteraan bersama. Pasalnya, lanjut dia, dengan adanya kenaikan harga BBM bersubsidi tersebut semakin menambah beban bagi rakyat.

"Kita mengokohkan diri sebagai partai yang terdepan dalam melayani masyarakat. Karena kenaikan harga BBM ini sudah membuat masyarakat sangat menderita. Kita akan terus mengawal. Bahkan dari tahun 2014 juga kitu sudah terus menolak kenaikan harga BBM ini," tegasnya.

Tak hanya itu, PKS juga memberikan catatan penting bagi Pemerintah Pusat terkait bantuan langsung tunai yang dinilainya sampai saat ini masih tidak tepat sasaran. Sehingga, tidak sedikit membuat kecemburuan sosial ditengah masyarakat.

"BLT ini merupakan bentuk bantalan, ternyata bantalan ini sebenarnya kalau melihat dari proporsi masyarakat miskin yang terkena ini ya tidak memenuhi. Banyak yang tidak tepat sasaran juga," ungkapnya.

"Iya, karena kemarin waktu BLT juga perlu diperbaiki, masalah ketepatan penerima, kemudian juga masalah pendataan siapa yang berhak, malah yang berhak tidak dapat itu yang membuat kecemburuan sosial," tandasnya.

Editor: Tantitamara

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini