Kamis, 4 Juni 2026

Kado Hari Koperasi, UMKM Sepatu Binaan Dinkop Surabaya di-Non Aktifkan

Photo Author
Elya Yudi, Nawacita Post
- Rabu, 3 Agustus 2022 | 12:09 WIB

Surabaya NAWACITAPOST - Sebulan setelah peringatan Hari Koperasi Nasional, Anggota Komisi D DPRD Surabaya Herlina Harsono Njoto mengaku kaget dan kecewa melihat UMKM Produksi Sepatu MBR binaan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, serta Perdagangan (Dinkopdag)
Surabaya kosong melompong tidak ada aktivitas produksi.


"Saya bingung, ndak bisa ngomong melihat hal ini, " Ucap Herlina di lokasi UMKM Sepatu binaan Dinkop di jalan Putat Jaya Lebar C no 87, Sawahan Surabaya, Selasa 2 Agustus 2022.


Menurut Herlina, tujuan peninjauannya ke lokasi UMKM untuk menyikapi problematika belum terbaginya perlengkapan sekolah untuk kelas I dan VII di Surabaya.


"Disini sekitar 3 bulan lalu masih produksi sepatu dengan memperkerjakan warga setempat. Artinya ini sudah bagus karena berhasil memberdayakan warga sekitar, " Ungkap Herlina.


"Namun saat datang ke lokasi, koperasi bernama Maju Bersama ini nampak lengang, sepi dan tidak terlihat aktifitas kerja, " Tambahnya.


Didampingi Lurah Putat Jaya Bryan Ibnu Maskuwaih, Herlina Politisi partai Demokrat menyatakan dulu ada puluhan pekerja yang terlibat memproduksi sepatu. Mereka terbagi dalam beberapa pekerjaan. Mulai pemotongan bahan baku, penjahitan, pengeleman, hingga pengepakan.


Dilokasipun memang terlihat ribuan sepatu, baik di rak rak ruang produksi maupun gudang. Dan sesuai catatan masih ada stok 10.218 pasang sepatu dengan kondisi siap jual. Ada 74 pasang lainnya tidak layak jual. Total produksi sebelumnya 31.815 pasang sepatu. Dan, sekitar 21 ribu pasang sudah terjual.


Disitu dirinya merasa prihatin dengan kondisi tersebut. "Ini kan masih ada stok Kenapa tidak didistribusikan ke sekolah saja. Kan sekolah lagi butuh," tegas Herlina.


Ia juga mempertanyakan, mengapa kegiatan produksi sepatu berhenti. Padahal, kebutuhan pasar sangat jelas.


" Apalagi saat momen tahun ajaran baru seperti saat ini. Pasti banyak yang membutuhkan sepatu untuk siswa baru. Khususnya siswa dari kalangan MBR. Anggaran pengadaan seragam pun sudah ada senilai Rp 50 miliar," Terangnya


Herlina berharap dinkopdag atau dinas pendidikan segera mendistribusikan puluhan ribu tersebut sepatu ke sekolah.


Disisi lain, Herlina juga mempertanyakan nasib para pekerja yang sebelumnya terlibat dalam produksi sepatu. Jumlahnya sekitar 170 orang dan sebagian besar adalah warga sekitar.


"Ini sangat disayangkan," Ketusnya.


Terkait tidak beroperasinya UMKM Sepatu di Eks Lokalisasi Dondong tersebut, Lurah Putat Jaya Bryan Ibnu Maskuwaih mengaku dia mengaku tidak tahu pasti penyebabnya. Sebab, operasional koperasi tersebut berada di bawah dinkopdag. Pihaknya hanya mengetahui sudah sebulan ini produksi dihentikan dan dirinya hanya membantu mencarikan tenaga kerja yang mayoritas dari warga sekitar Putat Jaya.

Halaman:

Editor: Elya Yudi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini