Senin, 20 Juli 2026

Reni Astuti: Optimalkan Aset Pemkot! Eks lokalisasi Dolly Butuh Penanganan Khusus

Photo Author
Elya Yudi, Nawacita Post
- Minggu, 31 Juli 2022 | 18:42 WIB

"Kalau semua sudah dibuat, seperti UMKM, Museum, dll, tapi tidak ada orang yang berkunjung. Nah, Pemerintah harus mengupayakan Dolly jadi destinasi wisata, " Tegas Reni.


Terkait prostitusi yang baru-baru terhembus kembali, Reni minta hal ini menjadi bahan instropeksi Pemkot Surabaya. " Memang sulit mengubah stigma Dolly, " Katanya.


Pihaknya turut mengapresiasi dan mendukung seluruh lapisan masyarakat yang telah berjuang agar berbenah dan mengikis stigma Dolly di masa lampau.


"Saya melihat bahwa upaya masyarakat sendiri seperti tokoh masyarakat, LPMK, RT, RW, ibu-ibu kader, pelaku UMKM untuk membangun wilayah ini (Dolly) untuk terus berubah maju saya kira semangatnya luar biasa," kata Reni.


Penanganan prostitusi oleh Pemkot, lanjut Reni, tidak hanya di kawasan eks Lokalisasi Dolly, tapi di wilayah - wilayah lain di Surabaya.


Sekali lagi Reni meminta, agar Pemerintah kota Surabaya mengoptimalkan seluruh aset di wilayah Putat Jaya, sehingga perekonomian meningkat dan berdampak kepada kesejahteraan masyarakat.


"Aapbila kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, kita pastikan Dolly akan jauh dari kata Buka Kembali, " Harap Reni.


"Termasuk juga, jangan sampai ada anak-anak yang putus sekolah dan penjaminan orang-orang sakit bisa berobat dengan mudah. Itu sudah pakem dan harus, " Tandasnya.


Dilokasi yang sama, Lurah Putat Jaya, Brian Ibnu Maskuwai memastikan bahwa praktek prostitusi di kawasan Dolly tidak ada lagi.


"Kalaulah memang ada, kami pastikan transaksi secara sembunyi, dan prostitusinya tidak dilakukan disini (Dolly), " Kata Brian.


"Bisa dicek, tidak ada wisma yang buka. Setiap malam kita sudah patroli keliling dan operasi Yustisi setiap minggu khususnya kepada para penduduk musiman, " Tegas Lurah Muda ini.


Menurut Lurah Brian, dirinya hanya melanjutkan perjanjian bersama warga sejak 20214, yaitu jangan ada lagi prostitusi di Putat Jaya.


"Wargapun sudah beralih profesi untuk menjalankan perjanjian itu. Sekarang di Putat Jaya, ada 50 lebih UMKM Produk. Sedangkan untuk usaha kecil seperti warung, laundry, toko, jumlahnya sekitar 2000 an, " Tukas Brian. (BNW)

Halaman:

Editor: Elya Yudi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini