Kamis, 4 Juni 2026

Carut Marut Distribusi Seragam MBR, Hari Santosa: Kegagalan Pemkot Optimalisasi UMKM

Photo Author
Elya Yudi, Nawacita Post
- Senin, 27 Juni 2022 | 15:29 WIB
Ilustrasi Carut Marut Pengadaan Seragam MBR
Ilustrasi Carut Marut Pengadaan Seragam MBR

Surabaya NAWACITAPOST - Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Hari Santosa menyatakan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Walikota Eri Cahyadi telah gagal dalam pembinaan UMKM yang telah dilakukan sejak 2021 lalu.


Hal ini diungkapkan berdasar pengamatannya terhadap permasalahan carut marut pengadaan dan pendistribusian perlengkapan sekolah untuk siswa siswi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).


"Masalah seragam MBR, sebenarnya tahun 2022 harus clear dan tidak perlu lagi pengadaannya diserahkan kepada perusahaan perusahaan besar, " Tegas politisi Partai NasDem ini kepada Nawacitapost, Senin 27 Juni 2022, di lantai 6 Kantor DPRD kota Surabaya.


Hari mengakui, apabila memakai perusahaan besar, maka harga akan lebih murah, karena produksi dalam jumlah besar.


"Justru disini pembinaannya, saya pikir kalau benar UMKM sudah disiapkan, saya yakin bisa bersaing dengan perusahaan besar, " Terangnya.


Yang menjadi masalah, apakah pembinaan UMKM ini berjalan sesuai yang diharapkan atau tidak?


"Saya melihat, ini sudah jauh dari harapan. Banyak sekali UMKM penjahit yang nganggur tidak ada kerjaan, " Akunya.


"Kalau mereka semua dilibatkan, saya pikir Surabaya mempunyai potensi yang besar dalam peningkatan perekonomian masyarakat, " Kata Hari.


Yang dikuatirkan adalah, kuota UMKM ini dibatasi, kemudian diberikan kepada perusahaan perusahaan besar yang ditunjuk Pemkot Surabaya.


Kalau hal ini dilakukan, berarti Pemkot sudah ingkar terhadap pencanangan UMKM sebagai salah satu wadah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat kecil di Surabaya.


'Padahal, satu tahun ini UMKM sudah dibina sedemikian rupa, dan tentunya dengan anggaran yang tidak murah," Sebutnya.


Terkait anggaran untuk pembinaan UMKM, Hari Santosa juga masyarakat untuk bersama-sama mengawasi, agar bisa terserap dengan baik namun tidak sia-sia dalam ketercapaian tujuannya.


Melihat carut marut ini, Hari sebagai lembaga pengawas juga melihat tidak ada koordinasi yang baik antara Dinas Pendidikan dengan Dinas Tenaga kerja, karena memang untuk produksi seragam adalah wewenang Dinas ketenagakerjaan.


Diketahui, jumlah perlengkapan sekolah yang harus didistribusikan sebanyak 46 ribu siswa siswi MBR, dengan total anggaran lebih dari 21 miliar.

Halaman:

Editor: Elya Yudi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini