Blitar, NAWACITAPOST.COM - Unit Pelayanan Teknis Pusat Layanan Disabilitas Kota Blitar mengadakan Seminar Sehari Memperingati Hari Peduli Autis Sedunia dengan Tema "Insclusive, Quality Education For All" yang dibuka oleh Walikota Blitar Drs.Santoso, MPd bertempat di Balai Kusuma Wicitra Kota Blitar pada Rabu 25/5/2022.
Walikota Blitar Drs.Santoso,MPd mengatakan, hari ini kita selenggarakan seminar autis center Quality Education For All, ini adalah seminar yang dilakukan dalam rangka mencari terobosan bagaimana upaya kita untuk memberikan layanan kepada autis center semakin lebih profesional.
-
Dimana kegiatan seminar ini memberi pengetahuan baru bagi pendidik di autis center, oleh karena itu menghadirkan narasumber profesional, antara lain Prof. Dr. Wahyudi Siswanto, M.Pd dari Universitas Negeri Malang dan Dra. Kustiatun Widianingsih, M.Phil.SNE dari Universitas Muhammadiah Malang,"terangnya.
Saya sangat mengapresiasi seminar hari ini karena autis center Kota Blitar ini sudah dijadikan sebagai percontohan secara nasional, jadi kita tidak boleh berhenti disini saja. Jika sekiranya ada yang perlu ditingkatkan dalam memberikan layanan pada anak-anak berkebutuhan khusus, maka harus ditingkatkan. Untuk itu tenaga-tenaga autis center dan guru-guru TK peserta seminar paling tidak bisa menyerap ilmu di seminar pagi ini,” kata Walikota.
Lebih lanjut Santoso mengatakan, waktu itu saya menjadi salah satu yang membidangi lahirnya autis center Kota Blitar. Tidak semua daerah mengambil kesempatan itu, dan saya memberanikan diri menggagas autis center setelah membaca bahwa diamanatkan undang-undang bahwa setiap warga negara wajib dan berhak mendapatkan layanan pendidikan, dan negara yang menyediakan,” ujarnya.
-
Santoso berpesan, agar perjuangannya mendirikan autis center diteruskan oleh generasi sekarang. Dengan cara terus berinovasi mengembangkan ilmu dan metode pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus ini.
“Banyak anak berkebutuhan khusus yang berprestasi. Itu karena adanya sosok pendidik yang bisa mengembangkan potensi serta bisa mengarahkan kemampuan anak. Sedang pendidik anak berkebutuhan khusus ini perlu kesabaran luar biasa sehingga perlu mendapatkan dukungan update pengetahuannya seperti melalui seminar-seminar seperti ini,”terangnya.
(adv/diskominfotik/fm)