Baca Juga: Karena Adanya Polemik di Yayasan, Wali Murid : Minta Raport Anaknya Segera Diberikan
"Sebenarnya kita sudah berusaha luar biasa, karena memang kita belum ada alternatif tempat untuk anak-anak TK dan KB ini, sehingga kita pengen mencari, pengen mempertahankan dulu tempat itu, supaya kita bisa mencari memberikan tempat yang berpresentatif untuk anak-anak TK," kata eks Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftahul Huda (Mifda) Pandantoyo, Kertosono kepada wartawan Nawacitapost.com pada Kamis (1/8/2024).
Menurut Nur Isadah Khoiriyah mengatakan, kita juga berupaya pendekatan kepada Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), kepada Korwil, sampai kepada Bapak Camat Kertosono, kemudian kita juga ikhtiar kepada dinas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten untuk memberi fasilitas itu.
"Sebenarnya beliau juga mendukung untuk kita tetap di situ, tapi dikembalikan lagi kepada pihak SD, sehingga putusan terakhir, harus keluar dari situ sesuai dengan surat yang disampaikan oleh Kepala SD," ucap Ketua Yayasan Miftahul Huda Pandantoyo, Kertosono yang akrab disapa Nur Isadah.
Baca Juga: Jelang Hari Raya Idul Fitri, Yayasan Nor Dzat Gelar Baksos
Nur Isadah menambahkan, jadi di Masjid Al Askandariyah itu adalah alternatif kita yang terbaik, karena tidak ada tempat yang menurut kita representatif untuk belajar, itu sebenarnya sangat kurang representatif untuk belajar anak-anak kita.
"Sehingga kita tetap berupaya, untuk meminta kepada Kepala Desa memberi peluang waktu sampai 6 bulan, tapi ternyata beliau juga menghendaki sesuai dengan surat yang dikirimkan SD kepada pihak Mutiara Insani," imbuh pengawas Madrasah itu.
Baca Juga: Semarakkan Tahun Baru Hijriyah 1446, LP Ma'arif MWC NU Kertosono Gelar Pawai Ta'aruf
Nur Isadah mengungkapkan bahwa, saat ini kami sudah berkomunikasi dengan pihak lain dan alhamdulillah saat ini sudah tersambung dengan pihak dari Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) melalui Lembaga Pendidika (LP) Ma'arif Kabupaten Nganjuk sudah berusaha untuk mendampingi kita.
"Sehingga nanti realisasi untuk bagaimana menempatkan anak-anak sesuai dengan tempat yang semestinya di lokal yang memang benar-benar sekolah, ini Alhamdulillah ada upaya di situ, mudah-mudahan ini segera bisa kita realisasikan untuk tempat barunya, dan tentunya ini juga upaya yang luar biasa, jadi butuh tanah, butuh pembangunan dan seterusnya, yang tidak sedikit waktu, maupun anggaran yang bisa kita realisasikan di situ," paparnya.
Nur Isadah menjelaskan bahwa, kemarin juga sebenarnya terjadi isak tangis, yang menjadikan kita turut prihatin, tapi kita berusaha untuk memberi pemahaman kepada mereka, jadi ikhtiar kita yang paling akhir adalah bagaimana nanti dalam waktu dekat kita bisa mencarikan tempat, ataupun nanti kalau bisa membangun dengan bantuan dari berbagai pihak.
"Alhamdulillah mudah-mudahan cepat terealisasi, itu harapan kita dari Yayasan Mutiara Insani untuk para bunda-bunda atau Guru-guru pendidik, tetap sabar ikhlas melaksanakan proses pembelajaran, walaupun di tempat yang sebenarnya belum pas, tapi itu sebagai upaya salah satu upaya pendampingan anak-anak tetap bisa belajar, anak-anak tetap bisa bermain dengan senang, dengan tenang, dengan nyaman berkah pendampingan dari guru-guru yang luar biasa," pungkasnya.
Artikel Terkait
Jelang Hari Raya Idul Fitri, Yayasan Nor Dzat Gelar Baksos
Cetak Generasi Qur'ani, Cerdas dan Prestasi, MI Miftahul Huda Pandantoyo Kertosono Laksanakan Haflah Akhirrusannah
Bingung Mau Daftarkan Putra-putri Untuk Sekolah? Yayasan Al-Aly Sukomoro Solusinya dan Ini Program Unggulan Hingga Makan Siang Gratis
Beredar Video Oknum Pimpinan Sebuah Yayasan di Jombang, Tunjukan Sikap Arogan dan Ancam Polisikan Siswa
Semarakkan Tahun Baru Hijriyah 1446, LP Ma'arif MWC NU Kertosono Gelar Pawai Ta'aruf
Karena Adanya Polemik di Yayasan, Wali Murid : Minta Raport Anaknya Segera Diberikan
Ini Alasan Yayasan di Jombang Pecat Kepala Sekolah, Bukan Persoalan Skors Guru