Selasa, 27 Oktober 2026

Bu Reni Goes to School: Ekonomi Jangan Jadi Penghalang Anak Meraih Cita-Cita!

Photo Author
Elya Yuddy Irawan, Nawacita Post
- Selasa, 27 Oktober 2026 | 14:14 WIB
Bu Reni Goes to School saat mengunjungi sekolah dasar negeri (SDN) Medokan Ayu 1 Surabaya, Selasa (27/10/2026)
Bu Reni Goes to School saat mengunjungi sekolah dasar negeri (SDN) Medokan Ayu 1 Surabaya, Selasa (27/10/2026)

 

Kunjungi SDN Keputih 1 dan SDN Medokan Ayu 1 Surabaya, Reni Astuti Tanamkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan Dorong Siswa Berani Bermimpi Kuliah di Kampus Unggulan

SURABAYA, NAWACITAPOST – Keterbatasan ekonomi keluarga tidak boleh menjadi alasan bagi seorang anak untuk berhenti bermimpi. Setiap anak berhak memiliki cita-cita tinggi, memperoleh pendidikan yang layak, dan mendapatkan kesempatan untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Pesan itulah yang dibawa anggota Komisi X DPR RI, Reni Astuti, melalui program Bu Reni Goes to School saat mengunjungi dua sekolah dasar negeri di Surabaya, yakni SDN Keputih 1 dan SDN Medokan Ayu 1, Selasa (27/10/2026), pagi.

Dalam rangka kunjungan perorangan pada masa reses tersebut, Reni tidak sekadar bersilaturahmi dengan keluarga besar sekolah. Ia juga memberikan motivasi kepada para siswa agar terus semangat belajar, membangun karakter positif, dan berani mengejar cita-cita tanpa merasa minder dengan kondisi ekonomi keluarga.

Bu Reni Goes to School saat mengunjungi sekolah dasar negeri (SDN) Keputih 1 Surabaya, Selasa (27/10/2026)

Bagi Reni, pendidikan merupakan salah satu jalan penting untuk membuka kesempatan hidup yang lebih baik. Karena itu, anak-anak perlu ditanamkan keyakinan bahwa masa depan tidak semestinya dibatasi oleh keadaan ekonomi orang tua.

Anak-anak dari keluarga sederhana pun harus berani bermimpi menjadi dokter, guru, insinyur, ilmuwan, maupun profesi lain yang bermanfaat bagi masyarakat.

Namun, cita-cita besar tidak cukup hanya diucapkan. Perjuangan harus dimulai sejak dini, melalui kebiasaan belajar yang baik, kedisiplinan, kemauan untuk terus berkembang, serta dukungan orang tua dan guru.

Reni mengingatkan para siswa agar rajin belajar, patuh kepada orang tua, menghormati guru, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan.

Menurutnya, anak-anak membutuhkan lingkungan yang mendorong mereka untuk berkembang. Jangan sampai keterbatasan ekonomi membuat seorang siswa merasa tidak pantas bercita-cita tinggi, apalagi kehilangan keyakinan untuk melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.

Dalam kunjungan tersebut, Reni mengajak para siswa menjadikan perguruan tinggi unggulan di Surabaya, seperti Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Universitas Airlangga (Unair), Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Jatim, sebagai inspirasi dalam membangun masa depan.

Kampus-kampus tersebut bukan sekadar tempat yang dikagumi dari kejauhan. Dengan persiapan, kerja keras, dan kesempatan pendidikan yang memadai, siswa-siswi Surabaya diharapkan berani membayangkan diri mereka kelak menjadi bagian dari perguruan tinggi tersebut.

Karena itu, persiapan menuju pendidikan tinggi tidak harus menunggu anak duduk di bangku SMA. Kebiasaan membaca, ketekunan belajar, keberanian bertanya, dan pembentukan karakter dapat dimulai sejak sekolah dasar.

Di sisi lain, dukungan orang tua, sekolah, dan pemerintah juga diperlukan agar semangat anak tidak berhenti pada sebatas impian. Akses informasi mengenai bantuan pendidikan, termasuk Program Indonesia Pintar dan Kartu Indonesia Pintar Kuliah sesuai persyaratan, perlu terus diperkuat agar keluarga yang membutuhkan tidak kehilangan kesempatan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Elya Yuddy Irawan

Tags

Terkini