Senin, 19 Oktober 2026

Khofifah Pastikan Stok BBM Jatim Aman hingga Akhir Oktober, SPBU Diminta Benahi Distribusi

Photo Author
Elya Yuddy Irawan, Nawacita Post
- Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:11 WIB
Antrean BBM Mengular di Jatim, Khofifah Minta Pertamina Evaluasi Distribusi SPBU
Antrean BBM Mengular di Jatim, Khofifah Minta Pertamina Evaluasi Distribusi SPBU

MALANG, NAWACITAPOST.COM - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Jawa Timur secara umum dalam kondisi aman hingga 31 Oktober 2026. Namun, ia meminta distribusi BBM di setiap stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat untuk mengatasi antrean panjang yang terjadi di sejumlah daerah.

Penegasan itu disampaikan Khofifah saat membagikan 300 liter BBM gratis kepada 100 pengemudi ojek online (ojol) di SPBU Jalan Ciliwung, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Sabtu (17/10/2026) malam. Setiap pengemudi menerima tiga liter BBM untuk membantu meringankan biaya operasional sehari-hari.

Khofifah mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah dua kali berkoordinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga untuk membahas persoalan antrean BBM, mulai dari Jember, Bondowoso, hingga Malang.

“Pemprov Jatim sudah dua kali melakukan rapat koordinasi dengan Pertamina Patra Niaga, mulai dari persoalan antrean panjang di Jember, kemudian Bondowoso, hingga Malang. Berdasarkan data stok dari Pertamina, sebetulnya tercatat aman,” ujar Khofifah.

Menurut dia, berdasarkan informasi yang diterima dalam koordinasi tersebut, kapal pengangkut BBM impor telah bersandar di Pelabuhan Tanjung Perak. Sementara itu, kapal berikutnya dijadwalkan tiba pada 25 Oktober 2026.

Meski stok secara umum dinyatakan aman, Khofifah menilai kelancaran pasokan harus diikuti distribusi yang tepat hingga ke masing-masing SPBU. Penyaluran BBM, kata dia, perlu mengacu pada data kebutuhan setiap wilayah agar tidak terjadi ketimpangan antara pasokan dan permintaan masyarakat.

“Harapan kita, masing-masing SPBU di Jawa Timur mendistribusikan BBM sesuai proporsi. Kebutuhan itu sebenarnya sudah ada datanya di Pertamina. Jadi, mari kita bersama-sama memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi sesuai porsinya,” katanya.

Khofifah juga mengungkapkan, dalam koordinasi dengan Pertamina Patra Niaga, pasokan BBM ke sejumlah SPBU di Malang disebut telah melampaui kuota yang tercatat. Karena itu, antrean panjang yang masih terjadi perlu dievaluasi untuk mengetahui penyebabnya secara menyeluruh.

Ia menilai karakteristik Kota Malang sebagai kota pendidikan sekaligus tujuan wisata turut memengaruhi kebutuhan bahan bakar. Mobilitas mahasiswa, wisatawan, dan masyarakat dapat meningkatkan konsumsi BBM pada waktu-waktu tertentu.

Pemerintah daerah bersama Pertamina Patra Niaga pun diminta terus memantau perkembangan kebutuhan aktual di lapangan agar pengaturan pasokan dapat dilakukan secara proporsional.

Selain persoalan distribusi, Khofifah mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan atau panic buying. Pembelian yang tidak wajar berpotensi memperpanjang antrean dan menyulitkan masyarakat lain yang membutuhkan bahan bakar untuk bekerja maupun menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Kita harus menghindari panic buying. Apalagi jika ada indikasi membeli menggunakan tangki yang lebih besar, kemudian BBM-nya disedot atau dijual kembali di jalan. Ini perlu menjadi perhatian bersama,” tegasnya.

Untuk mengantisipasi penyalahgunaan BBM, koordinasi juga dilakukan dengan jajaran kepolisian, termasuk Kapolda Jawa Timur dan Kapolri. Pengawasan tersebut diperlukan untuk memastikan penyaluran BBM berjalan sesuai ketentuan dan mencegah praktik pembelian berlebihan maupun penjualan kembali secara tidak semestinya.

Khofifah secara khusus meminta agar masyarakat yang membutuhkan Pertalite dan solar tetap dapat memperoleh bahan bakar tersebut sesuai kebutuhan. Berdasarkan data Pertamina Patra Niaga yang disampaikan dalam koordinasi, pasokan Pertamax hingga 31 Oktober diperkirakan melebihi kebutuhan, sedangkan Pertalite dan solar diperkirakan mencukupi sesuai alokasi yang tercatat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Elya Yuddy Irawan

Tags

Terkini