Pun pembangunan box culvert untuk menampung air hujan dilakukan secara cermat tidak insidentil yang sifatnya cuma sebatas menekan genangan.
Baca Juga: Bappilu PDIP Surabaya, Anas Karno, Dorong Pemahaman Masyarakat terhadap Surat Suara
"Kami meminta agar DSDABM untuk melakukan kajian terlebih dahulu karena problem di wilayah inj adalah dataran rendah, perlu kajian secara cermat agar penyelesaian itu tidak reaktif atau tidak insidentil yang sifatnya itu hanya menyelesaikan semata," beber Cak Ghoni.
Namun, urai Cak Ghoni sifatnya berkelanjutan melalui kajian yang melibatkan banyak aspek.
Sebab fasum yang begitu luas di Perumahan Villa Kalijudan ini, bisa dipasang bozem supaya tidak cuma menghasilkan air bersih.
Baca Juga: OTT di Sidoarjo, MAKI Jatim Pertanyakan Status Bupati Muhdlor
Akan tetapi lanjut Cak Ghoni, bisa dikelola supaya diproduksi menjadi air minum dengan memanfaatkan teknologi.
"Jadi air (hujan) tersebut digunakan bukan hanya untuk air bersih, tapi kalau memang bisa dengan teknologi yang baru bisa dibikin air minum, ini kan manfaat yang sangat luar biasa tinggal dikelola dengan baik air tersebut sesuai dengan Perda yang baru PDAM bisa masuk untuk mengelola."pungkasnya. ***
Artikel Terkait
Wali Kota Surabaya 'Sekarepe Dewe', DPRD Desak Transparansi Rencana Pengadaan Kendaraan Listrik
OTT di Sidoarjo, MAKI Jatim Pertanyakan Status Bupati Muhdlor
Rompi Biru Muda Wali kota Eri saat Pengukuhan Pengurus Pemuda Muhammadiyah Surabaya, Pertanda apa?
Bappilu PDIP Surabaya, Anas Karno, Dorong Pemahaman Masyarakat terhadap Surat Suara
Kampung Herbal Nginden Surabaya, Abdul Ghoni: Potensi yang Siap Dikembangkan Menjadi Destinasi Wisata Kesehatan