“Kita tidak mengulang dari awal, hanya menambahkan beberapa poin agar konsep hunian layak ini bisa benar-benar sesuai. Targetnya selesai antara satu sampai dua bulan ke depan,” ujar Aldy optimistis.
Lebih jauh, Aldy menegaskan bahwa “roh” dari Raperda Hunian Layak ini adalah untuk mengurai berbagai permasalahan sosial dan kependudukan di Kota Surabaya.
“Tujuannya, bahwa konsep hunian layak ini harus bisa mengurai masalah KK ganda, kebutuhan tempat tinggal yang tinggi, dan juga menata sistem di rusun. Semua harus linier dengan data kependudukan agar kebijakan ini efektif,” pungkasnya. ***