Jumat, 5 Juni 2026

Masih Ada Penahanan Ijazah di SMA Surabaya, Sekretaris Fraksi Gerindra Surabaya Turun Tangan

Photo Author
Elya Yuddy Irawan, Nawacita Post
- Rabu, 17 September 2025 | 15:22 WIB
Sekretaris Fraksi Partai Gerindra DPRD Surabaya, Azhar Kahfi, yang turun langsung melakukan advokasi penahanan ijazah di SMA Tanwir Surabaya, Senin dan Selasa (15-16 September 2024). (Nawi)
Sekretaris Fraksi Partai Gerindra DPRD Surabaya, Azhar Kahfi, yang turun langsung melakukan advokasi penahanan ijazah di SMA Tanwir Surabaya, Senin dan Selasa (15-16 September 2024). (Nawi)

Respons dan Tindak Lanjut

Kahfi menyatakan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas.

"Kami akan koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Surabaya dan pihak terkait untuk memastikan hak pendidikan Aini tidak terabaikan.
Memang untuk diknas Surabaya itu fokusnya pada SD dan SMP namun ini warga surabaya. Tidak boleh lagi anak sby ditahan ijazahnya ketika lulus" tegasnya.

Solusi Alternatif yang Tersedia
Azhar Kahfi mengungkapkan beberapa program bantuan yang masih bisa diakses meski ada keterbatasan.

"Meskipun bantuan langsung dari BAZNAS untuk tebus ijazah siswa tidak lagi tersedia, Pemkot juga menyediakan program beasiswa pemuda tangguh," jelasnya.

Lebih lanjut, ia menawarkan komitmen personal dalam mengatasi masalah serupa. "Ada juga program Pemkot 'Orang Tua Asuh' dan saya siap kerjasama menjadi Orang Tua Asuh jikalau masih ada yang masih kesulitan tebus ijazah," tegasnya.

Temuan Lapangan Saat Masa Reses
Legislatir muda yang kondang dengan tagline 'Aku Koncomu' ini mengakui bahwa kasus Aini bukanlah kasus tunggal. "Namun fakta di lapangan masih saya temukan ketika masa reses bersama warga Kota Surabaya yang mengadu," ungkapnya, mengindikasikan masalah ini masih terjadi di berbagai tempat.

Selain itu, lanjut Kahfi, juga berencana mengangkat isu ini dalam sidang paripurna untuk mendorong pengawasan yang lebih ketat terhadap implementasi regulasi pendidikan di tingkat sekolah.

Kasus Aini menjadi cermin masih lemahnya implementasi regulasi pendidikan gratis di tingkat lapangan.
"Diperlukan sinergi antara pemerintah, DPRD, dan sekolah untuk memastikan tidak ada lagi siswa yang terhalang mendapat ijazah karena masalah ekonomi keluarga," pungkasnya.

Sebelumnya, fakta penahanan ijazah ini mengemuka saat anggota Komisi A DPRD Surabaya, Azhar Kahfi menggelar reses di Kelurahan Jepara, Kecamatan Bubutan.

Kahfi kaget masih berlaku penahanan ijazah di Kota Surabaya. Yang bikin ironis dan mengundang prihatin, ijazah ditahan karena belum melunasi tunggakan biaya sekolah.

Akibatnya, siswi yang belum lama lulus itu mengajukan permohonan tebus ijazah. SMA swasta ini berada di wilayah Asemrowo, Surabaya. ***

Halaman:

Editor: Elya Yuddy Irawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini