NAWACITAPOST.COM - Pemerintah Kota (PEMKOT) Surabaya melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menindaklanjuti imbauan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait potensi bencana hidrometeorologi di wilayah Jawa Timur.
Dalam upaya pencegahan, BPBD Surabaya telah mengambil langkah cepat dengan mengoptimalkan 7 Posko Terpadu dan 18 Pos Pantau.
Kepala BPBD Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, mengimbau masyarakat agar tidak khawatir dan memastikan bahwa langkah-langkah antisipasi telah disiapkan dengan baik.
Baca Juga: Pemprov Jatim Sabet Penghargaan UB Halal Award Kategori Pemerintah Daerah
Ia menyatakan, "Kami mohon warga tidak perlu khawatir, karena ini memang terjadi setiap tahun. Kalau kita persiapkan dengan baik, maka akan menjadi hal yang tidak membahayakan."
Salah satu langkah yang diambil Pemerintah Kota Surabaya adalah mengoptimalkan 18 Pos Pantau dan 7 Posko Terpadu, yang akan dioperasikan 24 jam oleh petugas gabungan dari berbagai dinas dan perangkat daerah.
Agus Hebi Djuniantoro menjelaskan, "Kita mengoptimalkan dengan 8 dinas atau perangkat daerah (PD) yang lain, di antaranya Satpol PP, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perhubungan, DPKP (Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan), dan sebagainya."
Baca Juga: Wujudkan Masyarakat Sehat dan Bugar, Pemkab Mojokerto Giatkan Senam dan Merenovasi RSUD
Berdasarkan data BNPB, potensi bencana hidrometeorologi di Jawa Timur diperkirakan terjadi pada bulan Januari, Februari, dan Maret 2024, dengan puncaknya diperkirakan pada Februari 2024.
Jenis potensi bencana tersebut meliputi aliran air sungai yang kencang, angin puting beliung, pohon tumbang, dan cuaca ekstrem seperti hujan deras.
Walaupun langkah-langkah antisipasi telah diambil, BPBD tetap mengimbau masyarakat untuk mewaspadai dampak dari potensi bencana hidrometeorologi.
Baca Juga: Gus Muhdlor Sayembara-kan Nama dan Logo RSUD Sidoarjo, Total Hadiah Rp. 51 Juta
Beberapa himbauan khusus mencakup agar tidak mandi di sungai, mengawasi anak-anak saat bermain di dekat aliran sungai selama hujan, memastikan kondisi kendaraan yang digunakan dalam kondisi layak jalan, dan menghindari berteduh di bawah pohon saat hujan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Kota Surabaya, Buyung Hidayat, menjelaskan lokasi 7 Posko Terpadu dan 18 Pos Pantau yang tersebar di Kota Surabaya.
Artikel Terkait
Pengukuhan Organisasi: Persatuan Pemuda Ono Niha Indonesia Memasuki Babak Baru
Saksi Pdt. Novi akui, Ellen Sulystio ingin bayar kewajibannya kepada Kraton Resto
Dukung Ganjar-Mahfud, Ratusan Advokat Jatim Bersatu dalam Tim Pembela Rakyat
Tabrak Prof! Mahfud MD Mundur dari Kabinet sebagai Protes atas Penyimpangan Kekuasaan
Gus Muhdlor Sayembara-kan Nama dan Logo RSUD Sidoarjo, Total Hadiah Rp. 51 Juta
Wujudkan Masyarakat Sehat dan Bugar, Pemkab Mojokerto Giatkan Senam dan Merenovasi RSUD
Pemprov Jatim Sabet Penghargaan UB Halal Award Kategori Pemerintah Daerah