Minggu, 19 Juli 2026

Banjir dan Rob Berulang, DPRD Surabaya Dorong Pemkot Bangun Bunker Air sebagai Solusi

Photo Author
Nawi., Nawacita Post
- Rabu, 2 Juli 2025 | 21:43 WIB

NAWACITAPOST.COM - DPRD Kota Surabaya menyoroti serius persoalan banjir dan air rob yang terus berulang. Ketua Pansus RPJMD DPRD Kota Surabaya, Achmad Nurdjayanto, mendorong penerapan teknologi bunker air atau tandon retensi bawah tanah sebagai solusi jangka panjang, sekaligus mengusulkan program penghijauan terpadu.

“Bunker air akan menampung air hujan saat curah hujan tinggi, lalu mengalirkannya secara bertahap ke sistem drainase. Ini sangat efektif, terutama di wilayah urban seperti Surabaya,” ujar Achmad usai rapat Pansus, Rabu (2/7/2025).

Hingga kini, baru 78 dari kebutuhan 126 rumah pompa yang dibangun. “Keterbatasan anggaran jadi kendala. Sambil menunggu drainase rampung, kami perlu solusi cepat dan jangka panjang,” ujarnya.

Baca Juga: Dukung Putusan MK, Ajeng Wira Wati: Sekolah Gratis Harus Disertai Juknis Kesejahteraan Guru

Menurutnya, sistem bunker air ini efisien karena tidak membutuhkan lahan luas di permukaan, cocok untuk kota padat. Teknologi ini sudah sukses diterapkan di Tokyo (G-Cans) dan Singapura (Marina Barrage).

DPRD mengusulkan zona prioritas pembangunan bunker berada di kawasan genangan tinggi seperti Tambaksari, Gubeng, Sukolilo, Gunungsari, Rungkut, serta wilayah pesisir yang rawan rob. “Dengan kapasitas tampung yang sesuai wilayah, potensi banjir bisa ditekan hingga 70%,” ungkap Achmad.

Selain pengendalian banjir, bunker juga bisa dimanfaatkan sebagai cadangan air bersih darurat saat kemarau. “Airnya bisa untuk pemadam kebakaran dan menyiram ruang terbuka hijau,” tambahnya.

Baca Juga: Pansus RPJMD: JLLB-JLLT Wujud Pemerataan Pembangunan Surabaya

Achmad juga menyoroti pentingnya penghijauan. Ia mengusulkan perantingan pohon difasilitasi oleh Dinas Lingkungan Hidup. “Banyak warga kesulitan memangkas pohon karena tidak punya alat dan keahlian. Ini tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Saat ini, Ruang Terbuka Hijau (RTH) Surabaya baru 21% dari luas kota, masih jauh dari target nasional 30%. DPRD mendorong inovasi seperti vertical greening, green roof, urban forest, dan green corridor untuk mengejar kekurangannya.

“Setiap pohon punya peran penting menyerap air, mencegah banjir, dan menurunkan suhu kota. Ini investasi ekologis, bukan sekadar estetika,” jelas Achmad.

Baca Juga: Dukung Layanan Jantung RS Soewandhie, DPRD Desak Pemkot Optimalkan Gedung Kasa

Ia menambahkan, implementasi program ini butuh sinergi antara DPRD, Pemkot, masyarakat, dan sektor swasta. “Kami akan dorong pilot project bunker air di 3 hingga 5 titik rawan,” katanya.

Achmad juga mengapresiasi gerakan warga yang aktif menanam pohon. “Kesadaran warga tinggi, tugas pemerintah memperkuatnya dengan dukungan teknis dan regulasi,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Nawi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini