Minggu, 19 Juli 2026

Pansus RPJMD: JLLB-JLLT Wujud Pemerataan Pembangunan Surabaya

Photo Author
Nawi., Nawacita Post
- Senin, 30 Juni 2025 | 10:42 WIB
Keterangan Foto: foto Dokumen Wali Kita Surabaya saat memaparkan tantangan fiskal surabaya di penyampaian visi-misi Wali kota di rapat paripurna maret lalu (Nawi)
Keterangan Foto: foto Dokumen Wali Kita Surabaya saat memaparkan tantangan fiskal surabaya di penyampaian visi-misi Wali kota di rapat paripurna maret lalu (Nawi)

NAWACITAPOST.COM - Ketua Panitia Khusus (Pansus) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DPRD Kota Surabaya, Achmad Nurdjayanto, menegaskan pentingnya pembangunan infrastruktur yang merata dan berkeadilan di seluruh wilayah kota.

Ia menyoroti dua proyek strategis, yakni Jalur Lingkar Luar Barat (JLLB) dan Jalur Lingkar Luar Timur (JLLT) sebagai kunci pemerataan akses dan mobilitas masyarakat dalam lima tahun ke depan.

Menurut Achmad, arah pembangunan infrastruktur Surabaya sebagaimana tertuang dalam RPJMD harus memberikan kemudahan akses bagi seluruh lapisan warga.

Hal ini juga sejalan dengan pidato politik Wali Kota terpilih pada rapat paripurna DPRD Surabaya, yang menekankan pembangunan JLLB dan JLLT sebagai bagian dari tantangan pembangunan kota.

“JLLB di wilayah barat sangat dibutuhkan karena kawasan tersebut kini berkembang sebagai permukiman baru. Kehadiran JLLB akan memperlancar mobilitas warga sekaligus menjadi penghubung strategis ke Kabupaten Gresik,” ujar legislator fraksi Golkar Surabaya ini pada, Minggu (29/6/2025).

Di sisi lain, JLLT yang membentang di kawasan timur Surabaya juga dinilai memiliki peran vital. Jalur ini akan menjadi koridor logistik utama dari Pelabuhan Tanjung Perak di utara menuju Bandara Juanda dan Kabupaten Sidoarjo di selatan.

“Ini bukan hanya jalan, tapi jalur ekonomi yang bisa mengurangi beban kemacetan kota. Kendaraan logistik tak harus melintasi pusat kota, cukup lewat JLLT,” jelasnya.

Lebih lanjut, Achmad berharap keberadaan JLLT dapat menjadi alternatif distribusi logistik sekaligus mengurangi beban jalan perkotaan yang selama ini padat dan mudah rusak akibat lalu lintas berat.

Selain proyek-proyek besar tersebut, ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Surabaya harus tetap memberi perhatian serius terhadap infrastruktur di kawasan perkampungan, seperti penanganan genangan dan perbaikan jalan lingkungan.

“Jangan sampai pembangunan hanya berpusat di tengah kota. Infrastruktur di perkampungan juga harus menjadi perhatian. Kalau ini bisa diwujudkan, insya Allah infrastruktur Surabaya akan tertata secara paripurna,” tandasnya.

Achmad menilai bahwa keseriusan Pemkot dalam menggarap JLLB dan JLLT akan menjadi tolak ukur keberhasilan pembangunan infrastruktur Surabaya secara keseluruhan.

“visi misi telah disampaikan dan kini saatnya warga diberikan bukti atas keberpihakan tersebut. Dan JLLB–JLLT adalah buktinya,” pungkasnya.

Sekadar informasi dalam pidato penyampaian visi misi wali kota Surabaya Eri Cahyadi di dalam rapat paripurna yang divelar di gedung DPRD Surabaya pada Senin (03/03/2025) memaparkan tantangan pengelolaan fiskal di Kota Surabaya masih cukup kompleks.

Beberapa sektor strategis membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Misalnya, penanganan banjir yang mendominasi wilayah perkampungan membutuhkan dana hingga Rp9,6 triliun.

Halaman:

Editor: Nawi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini