NAWACITAPOST.COM — Warga RT 03 RW 03 Jalan Dukuh Kupang, Surabaya, mendapatkan pengalaman baru dalam menjaga kesehatan kulit secara alami. Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM), Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (FK-UWKS) menggelar penyuluhan bertema "Kulit Sehat dengan Pemakaian Masker Organik" pada Minggu, 15 Juni 2025.
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, sekaligus bentuk komitmen FK-UWKS dalam mendekatkan edukasi kesehatan kepada masyarakat. Antusiasme warga terlihat sejak pagi, terutama kaum ibu yang penasaran mencoba langsung praktik pembuatan masker dari bahan-bahan dapur.
Penyuluhan dipandu oleh dr. Ayly Soekanto, M.Kes., dosen FK-UWKS sekaligus praktisi kesehatan kulit. Dalam pemaparannya, dr. Ayly menekankan bahwa kulit sehat bukan monopoli usia muda atau hasil produk mahal.
“Menjadi tua itu proses alami, tapi bagaimana kita tetap memiliki kulit sehat, itu adalah pilihan. Dan pilihan itu bisa dimulai dari perawatan sederhana, alami, dan rutin,” tutur dr. Ayly membuka sesi penyuluhan.
Ia menjelaskan berbagai proses penuaan kulit seperti menurunnya elastisitas, kelembaban, dan munculnya kerutan. Menurutnya, penggunaan masker wajah berbahan organik mampu membantu menjaga kesehatan kulit tanpa risiko dari bahan kimia.
“Kunci kulit sehat bukan pada mahalnya skincare, tapi pada kedisiplinan dan pemahaman akan kebutuhan kulit,” tegasnya.
Peserta diperkenalkan dengan beragam bahan alami seperti mentimun, pisang, bengkoang, daun kelor, bunga telang, pepaya, tomat, madu, lemon, alpukat, hingga buah naga. Seluruh bahan tersebut dikenal kaya antioksidan, vitamin, dan senyawa aktif yang bermanfaat bagi kesehatan kulit.
Tak hanya penyuluhan, warga juga mengikuti praktik langsung membuat dan menggunakan masker organik sesuai jenis kulit masing-masing. Salah satu bagian menarik dari kegiatan ini adalah demo penggunaan masker yang memperlihatkan perubahan tingkat kelembaban kulit secara langsung.
“Hari ini kami lakukan demonstrasi pembuatan dan pemakaian masker dari berbagai buah. Bahkan, sebelum dan sesudah pemakaian, kami ukur kelembaban kulit. Ada peserta yang awalnya kelembaban kulitnya hanya 11, tapi setelah 10 menit pakai masker organik, naik jadi 60. Artinya, masker alami benar-benar efektif,” jelas dr. Ayly usai kegiatan.
Baca Juga: Bahaya Osteoporosis, Pengmas FK-UWKS Gelar Pemeriksaan Massa Tulang di Sukorejo Gresik